Kompas.com - 15/11/2012, 12:22 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan masyarakat Yogyakarta Kamis (15/11/2012) dini hari melakukan ritual "Tapa Bisu Mubeng Benteng" memperingati malam tahun baru Jawa 1 Suro. Acara dimulai tepat pukul 00.00 WIB.

Ritual berjalan mengelilingi benteng tanpa berbicara yang dilakukan oleh ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya sebagai bentuk perenungan akan perjalanan hidup selama satu tahun lalu.

Gusti Joyo saat ditemui seusai memimpin prosesi pembukaan Tirakat Mubeng Benteng di Keben Keraton Yogya mengatakan, acara ini sudah dilakukan secara turun-temurun sebagai bentuk syukur masyarakat Yogyakarta akan apa yang didapatkan.

"Dengan berjalan membisu masyarakat mencoba evaluasi segala prilaku atau perbuatannya di tahun lalu, serta meningkatkan keimanan kepada Tuhan. Di sini semua wujud syukur dan harapan ke depan lebih baik di panjatkan dalam hati," terang Gusti Joyo

Gusti Joyo menambahkan, secara khusus masyarakat Yogya mengucap bersyukur atas pengesahan RUU keistimewaan yang kurang lebih sudah 10 tahun diperjuangkan. Harapannya ke depan pemimpin dan pejabat di Yogyakarta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melakukan tugas-tugasnya dengan kebijaksanaan.

Prosesi arak-arakan "Tapa Bisu Mubeng benteng" dimulai dari Keben mengitari ruas jalan di luar benteng dan berakhir di Alun-alun utara Yogyakarta.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X