Jaksa Ikuti Surat Edaran MA Dalam Eksekusi Satono

Kompas.com - 02/04/2012, 13:36 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Bandar Lampung mengikuti Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) dalam mengeksekusi terpidana 15 tahun kasus korupsi, Bupati Lampung Timur nonaktif Satono.

"Dalam eksekusi (Satono) ini, kami cukup berpegangan pada petikan putusan. Bukan salinan. Sebab, yang kami eksekusi ini itu kan adalah amar putusannya (MA), bukan pertimbangannya," ujar Kepala Kejari Bandar Lampung Priyanto kepada sejumlah wartawan, Senin (2/4/2012).

Hingga saat ini, pihak kejaksaan belum menerima salinan putusan kasasi dari MA yang memvonis 15 tahun penjara kepada Satono. Ketiadaan salinan putusan inilah yang kemudian dipersoalkan pihak kuasa hukum Satono dalam proses eksekusi. Namun, ucap Priyanto, kejaksaan di sejumlah daerah sudah mulai menjadikan SE MA itu sebagai rujukan dalam eksekusi.

"Ini misalnya dilakukan di Subang," ujarnya. Meskipun demikian, ucapnya, pihaknya tetap berpegangan pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dalam proses eksekusi itu. "Untuk itu, kami layangkan panggilan dahulu," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.