Tragedi Tangse dan Ironisme Moratorium

Kompas.com - 18/03/2011, 11:29 WIB
EditorA. Wisnubrata

Hasil penelitian Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) pada tahun 2009, kehilangan hutan di Aceh rata-rata 0,9 persen per tahun. Dalam penelitiannya, YEL juga menyebutkan, deforestasi itu telah menurunkan jumlah air dalam tanah di hutan yang menjadi sumber mata air sungai-sungai hingga 50 persen di Aceh. Hal itu akibat menurunnya fungsi hutan dalam menyimpan air.

Maka tak heran, dengan curah hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir, hutan tak lagi mampu menampung dan menyimpan air. Air pun meluncur menggerus permukaan tanah hutan yang gundul dan menjelma menjadi banjir bandang.

Banjir bandang Tangse bukan satu-satunya bencana paskamoratorium. Banjir bandang besar di Aceh Tamiang 3,5 tahun silam, serta banjir-banjir di wilayah Subussalam, Singkil, Meulaboh, Nagan Raya, dan Aceh Tengah dalam dua bulan terakhir adalah bukti hutan tak lagi optimal menyimpan air.

Ironisnya, meskipun mengakui banjir bandang ini disebabkan pembalakan liar, pemerintah daerah membantah keras bahwa pembalakan liar itu terjadi akhir-akhir ini. Mirza, misalnya, yakin, kayu gelondongan yang terbawa banjir Tangse adalah kayu lama sebelum moratorium.

Dalam beberapa kesempatan, Irwandi justru mengklaim kesuksesan paskamoratorium. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Moratorium seolah hanya alat pencitraan politik semata tanpa implementasi serius. Meskipun hampir selama 4 tahun dijalankan, tak ada rencana tata ruang kehutanan sebagai substansi moratorium. Selain itu, masih ada pemberian hak guna usaha (HGU) untuk 200 perusahaan, serta penerbitan 108 izin penambangan.

Oleh karena itu, keseriusan pemerintah, baik daerah maupun pusat, melaksanakan moratorium sangat ditunggu. Jika tidak, tragedi Tangse hanyalah awal dari rentetan tragedi manusia oleh alam.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.