Astaga, Hutan di Sumsel Makin Rusak

Kompas.com - 23/04/2010, 21:27 WIB
Editorksp

PALEMBANG, KOMPAS.com   - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan mengingatkan bahwa kondisi hutan di daerah ini terus mengalami kerusakan dan penyusutan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Anwar Sadat, di Palembang, Jumat, menyebutkan dari 3,7 hektar (ha)  hutan di Sumsel, saat ini hanya tersisa kurang dari 1 juta ha saja.

Menurut dia, penyumbang terbesar kerusakan hutan Sumsel itu akibat aktivitas industri, pertambangan, perkebunan, pertambakan dan hutan tanaman industri (HTI), pembangunan infrastruktur (pelabuhan dan rel kereta api), serta aktivitas penebangan hutan secara melawan hukum (Ilegal).

Sadat menjelaskan, dari sektor pertambangan terdapat hampir 20 ribu ha areal lindung di daerah Kabupaten Lahat menjadi kawasan pertambangan terbuka oleh sejumlah perusahaan baik BUMN, BUMD dan milik swasta.

"Parahnya, kuasa penambangan tersebut tidak mendapatkan izin pinjam kawasan, sebagai tertuang dalam Undang-Undang Kehutanan," kata dia pula.

Proses Pemiskinan
Praktik eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan membuka seluas-luasnya untuk investasi bidang perkebunan, menurut Hendri Lubis, anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumsel, merupakan proses pemiskinan bagi rakyat kecil atau petani.

Praktik eksploitasi yang dilakukan, dengan mengkonversi kawasan hutan menjadi area perkebunan serta lahan pertanian, mengakibatkan penyempitan alat produksi bagi para petani.
Ia mengungkapkan, terjadi kerusakan alam, karena penguasaan hutan atau lahan eksploitasi sumber daya alam (SDA) secara berlebihan oleh pihak perusahaan.

Terjadi pula peningkatan jumlah warga miskin karena lahan yang lambat laun diambil alih oleh perusahaan.  "Padahal sebagian besar petani pencahariannya di area perhutanan," ujar dia lagi.

Menurut Hendri, kasus sengketa lahan antara warga dengan pihak perusahaan di daerah tersebut juga makin mengemuka.

Walhi Sumsel menyebutkan, tahun 2009 tercatat 21 kasus struktural luas lahan sengketa 24.243 ha dengan korban sebanyak 3.224 kepala keluarga (KK).  Pada tahun 2010, sengketa lahan bertambah seluas 4.755 ha dengan melibatkan 1.501 KK, dari lima kasus yang mencuat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Regional
Kata Mandor 'Double Track' Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Kata Mandor "Double Track" Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Regional
Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Regional
Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Regional
Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Regional
Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X