Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Ibu Meletus 2 Kali Kamis Petang, Status Siaga

Kompas.com - 10/05/2024, 13:01 WIB
Pythag Kurniati

Editor

MALUKU UTARA, KOMPAS.com- Gunung Ibu di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara kembali meletus, Kamis (9/5/2024) petang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam dua kali letusan cukup besar yang terjadi pukul 18.13 WIT dan 18.35 WIT.

Baca juga: Gunung Ibu di Halmahera, Maluku Utara Meletus

Letusan yang terjadi pukul 18.13 WIT mengeluarkan kolom abu setinggi 1.500 meter.

Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 411 detik.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu intensitas tebal ke arah timur," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Ibu Richard Chaniago, Kamis (9/5/2024), seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Erupsi Gunung Ibu di Halmahera, Ini Imbauan untuk Warga

Kemudian 24 menit berselang pada 18.35 WIT, kembali terjadi letusan dengan ketinggian 1.200 meter di atas puncak.

Letusan itu tercatat dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan durasi 277 detik.

Status siaga

Sejak 8 Mei 2024, status Gunung Ibu naik menjadi Siaga atau Level II.

Meningkatnya status gunung api tipe strato tersebut disebabkan karena peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan.

Adapun periode 16 April 2024 sampai 8 MEI 2024, Gunung Ibu tercatat mengalami gempa letusan sebanyak 130 kali, kemudian delapan kali gempa guguran, 1.445 kali gempa embusan.

Lalu 53 kali gempa harmonik, sembilan kali gempa tornillo, 6.742 kali gempa vulkanik dangkal.

Kemudian, 116 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa tektonik lokal, dan 231 gempa tektonik jauh.

Sumber: Antara


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan 'Stunting'

Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan "Stunting"

Regional
Jokowi ke Sumbar Besok, Kunjungi Korban Banjir Lahar di Agam dan Tanah Datar

Jokowi ke Sumbar Besok, Kunjungi Korban Banjir Lahar di Agam dan Tanah Datar

Regional
Kronologi Guru di Jombang Jadi Tersangka Usai Siswa Cedera karena Bermain di Kelas

Kronologi Guru di Jombang Jadi Tersangka Usai Siswa Cedera karena Bermain di Kelas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com