Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Kompas.com - 20/05/2024, 21:10 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Dua begal meresahkan di Kota Semarang, Jawa Tengah akhirnya ditangkap polisi.

Kedua pelaku yang kerap beraksi di Semarang itu merupakan warga Kabupaten Demak.

Mereka mengaku pernah membegal 5 korban dalam sehari.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, dua pelaku itu yakni Muhammad Nurson (25) dan Ardian Dwi Cahyo.

Baca juga: Curi Tahu dan Bumbu, Seorang Pria Diarak Jalan Jongkok di Pasar Pagi Salatiga

Mereka dibekuk usai membegal seorang perempuan di Bundaran Taman Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang pada 7 Mei 2024 sekitar pukul 15.30 WIB.

"Sesampainya di lokasi kejadian, tiba-tiba dipepet dua orang tak dikenal yang berboncengan mengendarai motor PCX. Kemudian tas korban ditarik paksa pelaku," ujar Irwan saat jumpa pers di markasnya, Senin (20/5/2024).

Dalam kejadian tersebut, korban terjatuh lantaran berusaha mempertahankan tasnya dari kedua begal itu.

Pelaku pun membawa kabur tas berisi ponsel dan uang tunai Rp 5 juta.

"Setelah begal pertama, dan kemudian jarak 15 meter begal lagi, membawa kabur uang Rp 400.000 dan handphone. Sekali jalan 2 TKP," lanjut Irwan.

Baca juga: Panjat Tiang Listrik Bertegangan Tinggi, Pria di Kalsel Ditemukan Tewas Tergantung


Beralasan membutuhkan uang

 

Atas insiden yang menimpanya, korban melaporkan aksi pembegalan itu ke Polrestabes Semarang.

Lalu kedua begal diamankan di rumahnya pada Jumat (17/5/2024) pukul 14.00 WIB.

Tersangka Ardian mengaku mengusulkan ide dan mengajak temannya membegal pejalan kaki. Bahkan dalam satu hari pernah menyikat lima korban sekaligus.

"Pertama di Kaligawe, kedua di Sendangmulyo, dua kali itu. Kemudian di Ngaliyan, sama Penggaron. Melakukan sore sama malam hari, saya yang Joki. Sasaran orang perempuan, yang bawa tas slempang, terus disendal (ditarik paksa). Hasilnya dibagi rata, sama dia (Nursan)," aku Ardian.

Baca juga: Dipolisikan Rektor Unri karena Kritik UKT, Khariq: Saya Tetap Berjuang meski Dipenjara

 

Atas perbuatannya, keduanya dijerat pasal 465 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

Pelaku beralasan membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Bahkan pelaku memakai uang hasil curian untuk persiapan pernikahannya.

"Uangnya buat kebutuhan sehari-hari. Iya, mau menikah bulan depan, sudah nyebar undangan," tandas Ardian.

Baca juga: Update Tawuran Pelajar di Yogyakarta, 6 Dikembalikan ke Orangtua, Satu Diproses Hukum

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata, Puncak Tertinggi di Sulawesi Barat

Regional
Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Dampak Cuaca Buruk, Petambak Udang di Kebumen Panen Lebih Awal

Regional
Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Terungkap Motif Pria Bacok Pacar Anaknya hingga Tewas, Sakit Hati Putrinya Dilecehkan

Regional
Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Malam Ini Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Semburkan Abu Tebal 900 Meter

Regional
Sejarah Kabupaten Semarang

Sejarah Kabupaten Semarang

Regional
Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Sudah Berkeluarga, Oknum Guru di Bengkulu Tega Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Lewat Inovasi Penanganan Stunting, Pemkot Semarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari PBB

Kilas Daerah
6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

6 Venue Event Populer di Kota Tangerang, Cocok untuk Segala Acara

Regional
Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Bayi Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Depan Kapel Ende

Regional
Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Status Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Diperpanjang

Regional
Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Ramai soal Judi Online, Kapolda Jateng: Apabila Ada Jajaran yang Terlibat Saya Copot

Regional
Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Polisi Buru Pria Penghuni Kontrakan Tempat Terapis Ditemukan Tewas Dilakban dan Diikat

Regional
Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Ribuan Aduan Masuk ke Posko PPDB Jateng, Apa yang Menjadi Keluhan?

Regional
Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Aksi Istri Gunduli Diduga Pelakor di OKI Sumsel, Dilaporkan Korban ke Polisi

Regional
Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Kaesang Beri Surat Tugas ke Sekar Tandjung untuk Maju ke Pilkada Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com