Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Satu Keluarga Selamat dari Banjir Lahar Dingin Usai Panjat Loteng

Kompas.com - 20/05/2024, 09:06 WIB
Idon Tanjung,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak  selamat dari terjangan banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukit Batabuh, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Korban tersebut yaitu pasangan suami istri, Maya (37) dan Al Aris (37), serta sepasang anak mereka yang masih kecil. Mereka semua selamat setelah memanjat loteng rumahnya.

Keluarga tersebut kini tinggal di posko pengungsian di SDN 08 Nagari Bukit Batabuh, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam. Sebab, sebagian rumah mereka rusak akibat bencana alam tersebut.

Baca juga: Bantu Korban Banjir Lahar di Sumbar, Bupati Solok Kerap Di-bully Pencitraan

Maya menceritakan, pada Sabtu (11/5/2024) malam, ia bersama suami dan dua anaknya hendak pergi ke rumah adiknya.

"Kami sekeluarga mau ke rumah adik ada acara malam minggu itu. Cuaca saat itu hujan petir, jadi kami menunggu reda dulu baru pergi," ujar Maya saat diwawancarai Kompas.com di posko pengungsian SDN 08 Nagari Bukit Batabuh, Kecamatan Candung, Senin (20/5/2024).

Hingga pukul 21.30 WIB, hujan disertai petir tak kunjung berhenti. Suaminya kerap melihat ke halaman rumahnya, karena sudah waspada banjir.

Baca juga: Cerita Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Cemas Ketika Turun Hujan

Sekitar pukul 22.00 WIB, mereka mendengar suara gemuruh tiada henti.

"Suara gemuruh semakin kuat dan tak ada henti. Terus suami saya bilang kita pergi saja, karena keadaan rasanya sudah tidak aman," kata Maya dengan raut wajah yang penuh rasa cemas.

Maya dan suaminya membangunkan kedua anaknya yang sudah tidur.

Saat mereka menggendong kedua anaknya untuk keluar rumah, ternyata banjir lahar dingin sudah memenuhi depan rumahnya.

Mereka mengunci pintu biar banjir dan material tidak masuk ke dalam rumah. Mereka panik dan ketakutan.

"Rumah kami yang di sebelah semi permanen, separuh sudah hanyut. Kami kan di rumah yang baru, tapi belum selesai semua. Kemudian, air semakin besar masuk ke dalam rumah," ucap Maya.

Kedalaman banjir di dalam rumah, sebut dia, sekitar satu meter. Dari belakang rumah terdengar suara keras hantaman batu dan kayu material banjir.

Mereka takut dinding rumahnya jebol. Lalu, sang suami mengambil tangga untuk naik ke atas loteng rumah.

"Kami berempat menyelamatkan diri dengan manjat ke atas loteng. Anak-anak menangis histeris karena ketakutan," sebut Maya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Perjalanan Kasus Oknum Satpol PP Bunuh IRT di Bone gegara Utang, Pelaku Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Terungkap, Temuan 9,5 Kg Sabu dan 9.000 Butir Pil Ekstasi di Bengkalis

Regional
Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Tokoh Pendiri Provinsi Belitung Meninggal di Mekkah

Regional
Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Pemprov Kepri: Calon Kepala Daerah Petahana Wajib Cuti 60 Hari

Regional
Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Polisi Bangka Barat Gagalkan Penyelundupan 4 Ton Timah Ilegal

Regional
Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Sampah Menumpuk di Jalan, Bupati Pemalang Sebut Ada Pegawai DLH yang Lakukan Sabotase

Regional
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Pria 34 Tahun Maling di Rumah Tetangga

Regional
Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Melihat Pernikahan Adat Jawa di Candi Borobudur, Pengantin Dikirab Bregada Sebelum Ijab Kabul

Regional
Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Gulo Puan, Kuliner Langka Kegemaran Bangsawan Palembang

Regional
Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Basis Satu Data Penting untuk Sukseskan Program Pemerintah

Regional
Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com