Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

LSI: Pasangan Dede-Laksamana Masih Unggul

Selasa, 5 Februari 2013 | 12:37 WIB

Terkait

BANDUNG, KOMPAS.com — Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana Zaenal, masih berada di posisi teratas dengan 35,3 persen dibandingkan dengan empat pasangan lainnya.

"Dari data ini, pasangan cagub dan cawagub Dede Yusuf-Lex Laksamana masih mengungguli empat pasangan lain, tetapi posisi belum aman karena ada margin error 4,8 persen," kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (5/2/2013).

Toto menuturkan, jika pasangan cagub dan cawagub Jabar dengan nomor urut tiga ini lengah, bukan mustahil posisinya akan tersalip oleh pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar. "Jadi, saya tegaskan, walaupun memperoleh 35 persen suara, pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana sebenarnya belum cukup aman untuk memenangi Pilgub Jabar, kalau lengah," katanya.

Dalam survei yang dilakukan tanggal 10-16 Januari 2013 dengan jumlah responden sebanyak  440 orang memotret tentang kecenderungan perilaku pemilih terhadap sejumlah pasangan cagub pada Pilgub Jabar yang resmi dan telah mendapatkan nomor urut dari Komisi Pemilihan Umum Jabar.

Menurut dia, dari hasil survei tersebut, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berada di posisi kedua dengan persentase 27,4 persen setelah pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. "Posisi ketiga adalah pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki sebanyak 13,2 persen, lalu pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim 9,5 persen dan pasangan Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib," kata Toto.

Toto menuturkan, masalah yang terjadi di tubuh Partai Keadilan Sejahtera, yakni ditetapkannya Presiden PKS Luthfhi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka kasus korupsi suap sapi impor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, akan mengganggu peluang pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar untuk menyalip pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana.

"Apabila pemberitaan tentang penetapan LHI sebagai tersangka itu tersebar dan tersiar dengan masif, khusus di televisi, akan sulit bagi Aher untuk menyalip," kata Toto. "Untuk DY (Dede Yusuf), kalau efek PKS rontok, DY aman saja kalau itu terjadi. Tentu dengan catatan tidak ada tsunami politik terhadap DY dan Aher. Kalau enggak, Rieke jadi posisi kedua," kata Toto.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: