Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bawaslu Bangka Belitung Rekrut 141 Panwascam, Digaji Rp 2,2 Juta

Kompas.com - 25/04/2024, 19:48 WIB
Heru Dahnur ,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Sebanyak 141 panitia pengawas pemilu kecamatan bakal direkrut untuk mengawal tahapan pilkada serentak di Kepulauan Bangka Belitung.

Pendaftaran tahap pertama dikhususkan untuk peserta existing atau mereka yang pernah bertugas sebagai panwascam pada pemilu lalu.

Selanjutnya, dibuka formasi pendaftar baru untuk mengisi kekosongan atau menggantikan peserta existing yang tidak lolos.

Ketua Bawaslu Kepulauan Bangka Belitung EM Osykar mengatakan, pendaftaran calon existing terhitung 23-27 April 2024.

Kemudian dilakukan evaluasi kinerja yang penilaiannya berasal dari bawaslu kabupaten/kota dan provinsi.

Baca juga: Digaji Rp 2,2 Juta, Bawaslu Pangkalpinang Cari 21 Anggota Panwascam

Selanjutnya, penetapan dan pengumuman hasil seleksi dilakukan 1-2 Mei 2024.

"Total ada 47 kecamatan di Bangka Belitung, jadi sesuai ketentuan ada tiga panwascam untuk setiap kecamatan dengan jumlah keseluruhan 141 orang."

Demikian kata Osykar kepada Kompas.com di Pangkalpinang, Kamis (25/4/2024).

Osykar menuturkan, khusus untuk pendaftar baru, akan dilakukan tes tertulis dan dimintakan tanggapan masyarakat.

Hal itu dilakukan untuk memastikan panwascam bisa bekerja profesional dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun.

"Panwascam bertugas sampai dua bulan setelah pilkada dilaksanakan," ujar Osykar.

Selama bertugas, panwascam menerima honorarium Rp 2,2 juta untuk ketua dan Rp 1,9 juta untuk anggota.

Kemudian ada tunjangan kecelakaan dengan besaran Rp 36 juta untuk korban meninggal, Rp 30,8 juta untuk cacat permanen, Rp 16,5 juta luka berat, dan Rp 8,2 juta luka sedang, serta biaya pemakaman Rp 10 juta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com