Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemprov Jateng Ajukan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional, Ini Alasannya

Kompas.com - 22/04/2024, 23:39 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Kawasan Dataran Tinggi Dieng diajukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) agar dapat terdaftar sebagai geopark nasional.

Hal ini disampaikan Nana dalam Peringatan Peringatan Hari Bumi Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan di Wonosobo.

Baca juga: Rute dan Tarif Bus Dieng Indah Executive Jakarta-Purwokerto 

"Saat ini kita sedang terus melakukan proses untuk menaikkan grade pada Dieng ini. Insya Allah dalam waktu dekat akan naik menjadi geopark yang tingkatannya nasional," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana melalui keterangan tertulis  di Taman Syailendra, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Senin, (22/4/2024).

Dia mengatakan, status Dataran Tinggi Dieng saat ini masih geo-heritage, dia mendorong Dieng menuju status geopark nasional.

Menurutnya, Pemprov Jateng terus melakukan pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya sebagai upaya konservasi berkelanjutan.

Nana menyebut, da beberapa faktor yang melatarbelakangi dataran tinggi Dieng bisa menjadi geopark nasional. Di antaranya, Dieng memiliki keindahan geologi dengan terbentuknya dataran tinggi Dieng yang akrab disebut Dieng Plateau.

Kemudian Dataran tinggi juga menggambarkan keragaman geologi. Kawah, telaga, dan panas bumi terbentang di sana.

Baca juga: Rute dan Tarif Bus Dieng Indah Executive Jakarta-Wonosobo

Di luar itu, Dieng memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna. Oleh karena itu, kawasan yang sering disebut "Negeri di Atas Awan" itu dianggap daerah ekologi penting dengan beragam daya tarik wisata.

"Dataran tinggi Dieng ini merupakan salah satu tempat, bisa dikatakan ini geopark, tempat wisata, jadi ini merupakan gabungan tempat wisata yang mempunyai keindahan alam yang sangat indah. Kemudian juga di sinilah tempat pertanian," terang Nana.

Nana menambahkan, butuh kerja sama antara pemerintah provinsi, Pemkab Banjarnegara, Pemkab Wonosobo, dan para stakeholder terkait untuk menjadikan dataran tinggi Dieng sebagai geopark nasional.

Baca juga: Misteri Motor yang Terparkir 22 Hari di Halaman Majid Dieng Terungkap, Milik Warga Pekalongan

Dia harap dengan menyandang status sebagai geopark nasional, mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan dataran tinggi Dieng. Selain itu, meningkatkan daya tarik Dieng, terutama terhadap kawasan wisata, seni, budaya dan produk UMKM lokal.

Dalam kesempatan itu, Nana Sudjana beserta istri Sinta Nana Sudjana juga membubuhkan tanda tangan, sebagai bentuk dukungan pengembangan Geopark Dieng. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Regional
Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Cerita Pengacara Vina Cirebon, Suami Dibunuh 6 Tahun Lalu di Lampung dan 7 Pelakunya Belum Ditangkap

Regional
Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Warga Lampung Barat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Regional
Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Mandi di Laut, 4 Orang di Purworejo Terseret Ombak, 1 Belum Ditemukan

Regional
Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Status Gunung Kelimutu Naik dari Level Normal ke Waspada

Regional
Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Kawah Panas Bumi Erupsi, Aktivitas Pertanian dan Pariwisata Dihentikan Sementara

Regional
Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Mobil Angkut BBM di Kupang Terbakar dan Tabrak Pagar Pos Polisi

Regional
Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Tim SAR Terus Cari 10 Warga Tanah Datar yang Terseret Banjir Lahar

Regional
10 Orang Ikut Penjaringan Bupati Semarang di Gerindra, Keseriusan Dilihat Saat Pengembalian Formulir

10 Orang Ikut Penjaringan Bupati Semarang di Gerindra, Keseriusan Dilihat Saat Pengembalian Formulir

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com