Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Kompas.com - 20/04/2024, 20:55 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pelaku penipuan katering Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, E, nekat melakukan aksinya untuk menutupi rasa malunya akibat gagal menjadi pemasok makanan buka puasa. 

Diketahui, pengadaan katering buka puasa di Masjid Sheikh Zayed Kota Solo menggunakan sistem lelang dengan masa kontrak tiga hari berulang.

Baca juga: Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Ismanto mengatakan, pelaku sempat berharap mendapatkan orderan untuk pengiriman menu buka puasa dan takjil di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selama bulan puasa.

"Keterangannya dia, mendapatkan info adanya peluang untuk memasok buka bersama, tapi kemudian tidak ada deal," kata Kompol Ismanto, pada Sabtu (20/4/2024).

Pelaku yang sudah terlanjur memesan katering kepada para korban akhirnya menyebut menu buka puasa itu bagian dari sedekah bulan Ramadhan. 

"Lalu, dia terlanjur ngomong dengan korban bahwa akan ada pesanan. Korban sudah berbelanja bahan baku. Akhirnya, untuk menutup malu, dia menyampaikan kepada pihak zayed itu shodaqoh dari hampa Allah," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pelaku telah ditangkap Polresta Solo. Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan pelaku juga telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polresta Solo. 

"Saat ini sudah kita tangani. Ada bukti-bukti tanda terima barang, list order sudah kita amankan. Prosedur selanjutnya kita lakukan penyidikan," kata Iwan Sektiadi saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/4/2024).

Dia mengatakan pelapor yang juga saksi yakni SP dan KSW juga sudah diperiksa. Diketahui, SP merupakan mertua E, warga Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Sementara, KSW merupakan teman sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) pelaku, E. KSW merupakan warga Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Sebelum ditangkap, pelaku sempat melarikan diri ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim).

"Pelaku sempat kabur ke Ngawi. Kalau penangkapan ke Ngawi kita tidak ada upaya paksa. Kita temui tersangka di kesempatan berbeda setelah pelaporan oleh korban," jelasnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com