Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Kompas.com - 19/04/2024, 18:45 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Dua pengusaha katering menjadi korban kasus penipuan berkedok orderan menu berbuka puasa yang dikirimkan ke Masjid Sheikh Zayed Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Menu berbuka puasa ini dikirimkan selama bulan Ramadhan 2024.  Korban mengalami kerugian hampir Rp 1 miliar karena belum ada pembayaran dari terduga pelaku berinisial E.

Kuasa hukum korban, Kalono menjelaskan jika pengusaha katering ini berasal dari Baki dan Tawangsari, Sukoharjo.

Baca juga: Warga Kendal Korban Orderan Fiktif Melapor ke Polres

"Pelaporan tentang penipuan, terkait dengan menu buka puasa yang dikirim ke Masjid Syeikh Zayed. Tapi ini tak ada hubungannya dengan Masjid Syeikh Zayed. Ini para pengusaha katering kena prank," katanya ditemui di Mapolresta Solo, pada Jumat (19/4/2024).

Setiap harinya korban mengirimkan 800 menu buka puasa dengan rincian 400 kardus makan dan 400 takjil.

"Total pesannya itu 28 hari. Total kerugian Rp 960 juta, dari dua katering. Belum ada pembayaran sama sekali dan sudah barang sudah dikirim semua," jelasnya.

Korban dan terduga pelaku saling kena sejak lama. Sering melakukan pertemuan sebelum adanya perjanjian atas orderan tersebut di Kota Solo.

"Ada beberapa kali pertemuan. Waktu itu dia mengatakan pokoknya pesan begitu saja. Karena sering main di Masjid Syeikh Zayed. Jadi dikiranya benar-benar orang masjid," paparnya.

Lanjutnya, korban sempat menagih ke terduga pelaku sebelum melaporkan ke Kepolisian. Namun, pelaku mengelak dan melarikan diri.

"Ya tentu keahlian yang merayu orang percaya. Korban dan terdiga pelaku melakukan pembayaran setelah Lebaran. Tapi, dia izin ke kamar kecil kemudian pergi tidak kembali," jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan penipuan itu. 

Iwan menjelaskan, korban mendapatkan tender orderan untuk mengirim makanan berbuka puasa.

"Kita tindak lanjuti. Namun kita juga arahkan untuk mengumpulkan bukti-bukti sekalian," kata Iwan. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com