Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Listrik Sering Mati, Warga OKU Demo PLN Bawa Satu Truk Barang Elektronik Rusak

Kompas.com - 19/04/2024, 14:46 WIB
David Oliver Purba

Editor

KOMPAS.com - Warga tiga kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, demo sambil membawa satu truk barang elektronik rusak ke kantor PLN ULP Baturaja, OKU, Kamis (18/4/2024).

Aksi itu dilakukan warga Kecamatan Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya, dan Sinar Peninjauan, karena kesal listrik di daerah mereka sering padam.

Baca juga: Bentrok 2 Ormas di Bandung, 1 Orang Tewas

Akibat dari seringnya listrik mati, warga menyebut barang elektronik di rumah mereka rusak.

Baca juga: Usai Videonya Viral, Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Buang Pelat Palsu TNI ke Sungai di Lembang

Kades Kerangdapo yang juga koordinator aksi, mengatakan, peralatan elektronik yang dibawa ke kantor PLN ini hanya sebagian saja, seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi.

Selain mendesak agar PLN Baturaja memperbaiki layanan, warga juga meminta kompensasi dari barang-barang elektronik mereka yang rusak.

Warga yang melakukan aksi demo ini diterima oleh Manager Jaringan PLN UP3 Lahat, Ikhsan dan Manager Administasi PLN UP3 Lahat, Wahyu.

Kades Karangdapo Martina mengatakan, aksi demo ini juga dihadiri 30 kepala desa dari tiga kecamatan.

Di kesempatan itu, pihak PLN menjelaskan permintaan kompensasi barang-barang elektronik yang rusak akan dilaksanakan apabila memenuhi peraturan ESDM Nomor 18 tahun 2019.

Penjelasan PLN

Manajer PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baturaja, OKU, Iswandi, menjelaskan, gangguan gangguan kelistrikan sebagian besar terjadi akibat pohon yang mengenai jaringan listrik.

Untuk itu, PLN akan berkoordinasi lebih intens dengan jajaran kepala desa, khususnya pada lokasi yang belum mendapatkan izin tanam tumbuh dari masyarakat.

"Gangguan ini cukup banyak disebabkan oleh pohon. Selain melakukan pemangkasan rutin, kami juga perlu dukungan masyarakat untuk izin tanam tumbuh pada beberapa lokasi yang saat ini belum diizinkan. Kami juga akan berkoordinasi lebih intens dengan kepala desa setempat," katanya, dikutip dari Antara.

Iswandi mengatakan, PLN melalu tim pelayanan teknik (yantek), langsung bergerak melakukan inspeksi kelistrikan sebagai tanggapan atas keluhan gangguan listrik dari warga.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan kelistrikan. Hari ini tim yantek kami langsung inspeksi lapangan menanggapi keluhan yang disampaikan oleh warga," ujarnya.

"Bulan lalu kita sudah secara masif melakukan kegiatan pemangkasan melalui gebyar ROW (right of way). Namun, memang sebagian pohon cukup cepat tumbuhnya, sehingga tim kami pun akan lebih intens melakukan pemangkasan," kata dia.

Sebagian artikel telah telah tayang di Sripoku.com dengan judul: Listrik Sering Mati, Warga 3 Kecamatan di OKU Bawa 1 Truk Barang Elektronik Rusak ke PLN Baturaja

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tersangka Pengeroyok Bos Rental di Sukolilo Pati Bertambah Jadi 10 Orang

Tersangka Pengeroyok Bos Rental di Sukolilo Pati Bertambah Jadi 10 Orang

Regional
3 Kecamatan di Pati Jadi Target Operasi Kendaraan Bodong, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

3 Kecamatan di Pati Jadi Target Operasi Kendaraan Bodong, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Regional
Jelang Idul Adha, Sejumlah Hewan Kurban di Jateng Terjangkit Diare dan Cacar

Jelang Idul Adha, Sejumlah Hewan Kurban di Jateng Terjangkit Diare dan Cacar

Regional
Pengakuan Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel dari Perusahaan: Punya Utang di Pinjol Rp 100 Juta

Pengakuan Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel dari Perusahaan: Punya Utang di Pinjol Rp 100 Juta

Regional
Wanita Lompat ke Sumur karena Hendak Dianiaya Mantan Suami Alami Luka-luka

Wanita Lompat ke Sumur karena Hendak Dianiaya Mantan Suami Alami Luka-luka

Regional
Dua Kali Disuntik, Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Imunisasi Empat Varian Vaksin Sekaligus

Dua Kali Disuntik, Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Imunisasi Empat Varian Vaksin Sekaligus

Regional
Densus Antiteror Sita Buku Catatan dan Serbuk dari Kontrakan Penjual Bubur di Karawang

Densus Antiteror Sita Buku Catatan dan Serbuk dari Kontrakan Penjual Bubur di Karawang

Regional
Temuan 24 Pohon Ganja di Ladang Kopi Simalungun, Pemilik Melarikan Diri

Temuan 24 Pohon Ganja di Ladang Kopi Simalungun, Pemilik Melarikan Diri

Regional
Seminggu Dirawat, 3 Korban Pengeroyokan di Sukolilo Pati Akhirnya Pulang

Seminggu Dirawat, 3 Korban Pengeroyokan di Sukolilo Pati Akhirnya Pulang

Regional
Kontrakan Penjual Bubur di Karawang Digeledah Densus, Ketua RT Mengaku Tak Kenal

Kontrakan Penjual Bubur di Karawang Digeledah Densus, Ketua RT Mengaku Tak Kenal

Regional
Warga Maringin Tewas Ditembak saat Hendak Bertemu Tunangan

Warga Maringin Tewas Ditembak saat Hendak Bertemu Tunangan

Regional
Polisi Tersangka Pencabulan di Kayong Utara Ingin Hilangkan Bukti, Ada Uang Damai Rp 130 Juta

Polisi Tersangka Pencabulan di Kayong Utara Ingin Hilangkan Bukti, Ada Uang Damai Rp 130 Juta

Regional
Kronologi Wanita Lompat ke Sumur demi Hindari Dianiaya Mantan Suami

Kronologi Wanita Lompat ke Sumur demi Hindari Dianiaya Mantan Suami

Regional
Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Penjual Bubur di Cikampek Karawang

Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Penjual Bubur di Cikampek Karawang

Regional
FX Rudy soal Pilkada Solo: Kalau dengan PKS Sudah Selesai, Ngapain dengan Partai Lain

FX Rudy soal Pilkada Solo: Kalau dengan PKS Sudah Selesai, Ngapain dengan Partai Lain

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com