Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Demam Berdarah di Kendal Tinggi, 156 Kasus, 16 Meninggal

Kompas.com - 26/03/2024, 18:44 WIB
Slamet Priyatin,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KENDAL, KOMPAS.com - Kasus demam berdarah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah masih cukup tinggi.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal menyebutkan, kasus demam berdarah hingga akhir Maret 2024 mencapai 156, di mana 16 di antaranya meninggal dunia.

Padahal sebelumnya, hingga pertengahan Maret 2024, tercatat ada 130 kasus, dan 14 di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Kasus DBD di Kendal Terus Meningkat, 14 Warga Meninggal, RS Dilarang Menolak Pasien

Bupati Kendal Dico M Ganinduto meminta kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksakan diri apabila sakit.

“Saya juga sudah memerintahkan kepada semua Puskesmas dan rumah sakit, agar cepat menangani pasien. Jangan sampai terlambat manangani penyakit,” tegasnya, Selasa (26/3/2024).

Sejauh ini, pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan supaya melakukan penyemprotan atau fogging.

“Yang terpenting, lakukan pola hidup bersih sehat, PSN 3M plus, periksa lingkungan apakah ada jentik,  dan segera ke dokter ketika demam lebih 2 hari,“ katanya lagi.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di Yogyakarta Capai Ratusan, 2 Meninggal, Terbanyak di Gunungkidul


Tidak menunda untuk memeriksakan diri

Sementara itu, Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Kendal, Wibowo, menjelaskan, pasien DB yang dirawat di RSUD Soewondo Kendal hingga Maret ada 55 orang. Terbanyak usia 1-18 tahun.

“Alhamdulillah, data rumah sakit, dari 55 pasien itu, semuanya sembuh. Rumah sakit juga tidak sampai kekurangan ruangan,” katanya, Selasa.

Bowo berharap, kasus DB di Kabupaten Kendal segera turun.

Ia juga meminta kepada masyarakat supaya tidak menunda untuk memeriksakan diri apabila sakit.

“Gejala sakit DB itu, kadang oleh masyarakat dikira sakit demam biasa. Padahal itu cukup bahaya,” pungkasnya.

Baca juga: 7 Ciri-ciri Demam Berdarah, Apa Saja?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Banjir dan Longsor Landa Pinrang, Satu Warga Tewas, Sejumlah Rumah Warga Ambruk

Banjir dan Longsor Landa Pinrang, Satu Warga Tewas, Sejumlah Rumah Warga Ambruk

Regional
Kasus Dokter Lecehkan Istri Pasien, Pelaku Serahkan Uang Damai Rp 350 Juta ke Korban

Kasus Dokter Lecehkan Istri Pasien, Pelaku Serahkan Uang Damai Rp 350 Juta ke Korban

Regional
UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang Jadi Memory of the World Committee for Asia and the Pacific

UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang Jadi Memory of the World Committee for Asia and the Pacific

Regional
Golkar Buka Peluang Majunya Raffi Ahmad di Pilkada Jateng

Golkar Buka Peluang Majunya Raffi Ahmad di Pilkada Jateng

Regional
Mantan Gubernur Babel Maju Periode Kedua Usai 'Video Call' dengan Gerindra

Mantan Gubernur Babel Maju Periode Kedua Usai "Video Call" dengan Gerindra

Regional
Kisah Istri Berusia 19 Tahun di Karimun yang Tewas Dibunuh Suami dengan Batang Sikat Gigi

Kisah Istri Berusia 19 Tahun di Karimun yang Tewas Dibunuh Suami dengan Batang Sikat Gigi

Regional
Terluka akibat Terperangkap di Pohon, Seekor Monyet di Salatiga Diserahkan ke BKSDA Jateng

Terluka akibat Terperangkap di Pohon, Seekor Monyet di Salatiga Diserahkan ke BKSDA Jateng

Regional
Maju Pilkada Blora, Politikus NasDem Mendaftar ke Gerindra

Maju Pilkada Blora, Politikus NasDem Mendaftar ke Gerindra

Regional
Kebakaran Pemukiman Nelayan di Pesisir Pulau Sebatik, 29 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Pemukiman Nelayan di Pesisir Pulau Sebatik, 29 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Regional
Kecanduan Judi Online, Pasutri di Kubu Raya Nekat Mencuri di Minimarket

Kecanduan Judi Online, Pasutri di Kubu Raya Nekat Mencuri di Minimarket

Regional
DMI dan LPQ Kota Semarang Usulkan Mbak Ita Maju Pilkada 2024

DMI dan LPQ Kota Semarang Usulkan Mbak Ita Maju Pilkada 2024

Regional
Kampung Jawi di Semarang: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Kampung Jawi di Semarang: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Regional
Gantikan Ganefri, Krismadinata Terpilih Jadi Rektor UNP 2024-2029

Gantikan Ganefri, Krismadinata Terpilih Jadi Rektor UNP 2024-2029

Regional
Anak Ketua DPC Gerindra Ambil Formulir Pilkada Blora di PDI-P

Anak Ketua DPC Gerindra Ambil Formulir Pilkada Blora di PDI-P

Regional
Video Viral Bocah Menangis di Samping Peti Mati Sang Ibu yang Dibunuh Ayahnya di Minahasa Selatan

Video Viral Bocah Menangis di Samping Peti Mati Sang Ibu yang Dibunuh Ayahnya di Minahasa Selatan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com