Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Bakal "Take Down" Konten Negatif Saat Natal dan Tahun Baru di Bali

Kompas.com - 23/12/2023, 19:43 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com- Kepolisian Daerah (Polda) Bali akan menghapus konten yang dianggap negatif di media sosial selama perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan konten berbau negatif tersebut seperti hoaks, menyingung SARA, dan ujaran kebencian.

Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu proses perayaan Natal dan Tahun Baru, serta rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Tim siber Polda Bali melaksanakan penindakan berupa take down, konter opini jika ditemukan konten Negatif terkait perayaan Natal dan Tahun Baru," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/12/2023).

Baca juga: Jelang Debat Capres, Pemerintah Bakal Hapus Konten-konten Hoaks

Jansen mengatakan, tim siber Polda Bali akan memantau berbagai informasi dan isu yang berkaitan dengan perayaan Nataru serta Pemilu 2024.

Sasaran utama dari patroli siber ini adalah media sosial dan media online.

Mereka akan mengumpulkan dan mengolahnya guna mencegah tindakan kejahatan siber yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.

"Dengan adanya patroli ini, diharapkan potensi ancaman cyber crime dapat diminimalisir, sehingga Nataru tahun ini serta pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman dan lancar," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Regional
La Nina Ancam Indonesia, 33 Desa Rawan Bencana di Babel Waspada

La Nina Ancam Indonesia, 33 Desa Rawan Bencana di Babel Waspada

Regional
Pemkab Blora Sediakan Total Hadiah Rp 100 Juta untuk Konsumen yang Rajin Bayar Pajak Restoran

Pemkab Blora Sediakan Total Hadiah Rp 100 Juta untuk Konsumen yang Rajin Bayar Pajak Restoran

Regional
Oknum Dosen Unram yang Lecehkan Mahasiswi Diusulkan Diberhentikan

Oknum Dosen Unram yang Lecehkan Mahasiswi Diusulkan Diberhentikan

Regional
Selingkuh hingga Punya Anak, 2 Guru ASN di NTT Diperiksa

Selingkuh hingga Punya Anak, 2 Guru ASN di NTT Diperiksa

Regional
Lawang Sewu Semarang Adakan Tur Malam 2024, Berikut Paketnya

Lawang Sewu Semarang Adakan Tur Malam 2024, Berikut Paketnya

Regional
Panik Terlilit Utang, Tenaga Honorer di Lombok Timur Bunuh Istri

Panik Terlilit Utang, Tenaga Honorer di Lombok Timur Bunuh Istri

Regional
Polemik Lahan Adat untuk Tambang di Papua, Kuasa Hukum BLN: Klien Kami adalah Investor

Polemik Lahan Adat untuk Tambang di Papua, Kuasa Hukum BLN: Klien Kami adalah Investor

Regional
Potret Festival Tas Nusantara di Solo, Pertama di Indonesia, Libatkan 42 Kreator, dan Diikuti Delegasi India

Potret Festival Tas Nusantara di Solo, Pertama di Indonesia, Libatkan 42 Kreator, dan Diikuti Delegasi India

Regional
9 Fakta Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Jawa Tengah

9 Fakta Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Jawa Tengah

Regional
Kronologi 2 Selebgram di Lampung 'Endorse' Situs Judi 'Online'

Kronologi 2 Selebgram di Lampung "Endorse" Situs Judi "Online"

Regional
Makam di TPU Sei Panas Batam Tertimbun Longsor Usai Diguyur Hujan Terus Menerus

Makam di TPU Sei Panas Batam Tertimbun Longsor Usai Diguyur Hujan Terus Menerus

Regional
'Endorse' Situs Judi 'Online', 2 Selebgram Digaji Rp 1,5 Juta per Bulan

"Endorse" Situs Judi "Online", 2 Selebgram Digaji Rp 1,5 Juta per Bulan

Regional
1.776 Pekerja dari 37 Industri Rokok di Purworejo Terima BLT Dana Bagi Hasil dari Cukai Hasil Tembakau

1.776 Pekerja dari 37 Industri Rokok di Purworejo Terima BLT Dana Bagi Hasil dari Cukai Hasil Tembakau

Regional
Tabungan Siswa Senilai Rp 6 Miliar dari 30 Sekolah di Indramayu Tak Bisa Dicairkan, Ditabung di Koperasi

Tabungan Siswa Senilai Rp 6 Miliar dari 30 Sekolah di Indramayu Tak Bisa Dicairkan, Ditabung di Koperasi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com