Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NUSANTARA] Kecelakaan Subang, Sopir Bus Sebut Rem Tak Berfungsi | Korban Banjir Nunukan Tidur Bawa Parang untuk Usir Buaya

Kompas.com - 13/05/2024, 06:26 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Sadira (50), sopir bus pariwisata yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan di Subang.

Menurut Sadira, rem bus tak berfungsi sesaat setelah berhenti di perempatan Ciater. Akibatnya, Sadira kehilangan kendali.

Karena tak menemukan jalur penyelamat, ia memilih banting setir ke kanan agar bus terguling untuk menghindari lebih banyak korban.

Berita lainnya, Abdul Hamid tampak haru saat rumahnya dibedah anggota TNI dari Kodim 0911/Nunukan.

Di pungkau itulah, Hamid tinggal seorang diri. Di tengah kesendiriannya, warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ini kerap menghadapi banjir.

Ia menceritakan, ketika banjir tiba, dirinya harus tidur "berguling" parang. Pasalnya kerap terjadi, buaya dan ular muncul ke area permukiman warga saat banjir melanda.

Berikut berita-berita yang menjadi sorotan pembaca Kompas.com pada Minggu (12/5/2024).

1. Alasan sopir bus banting setir ke kanan saat alami kecelakaan di Subang


Sebanyak sebelas orang meninggal dalam kecelakaan di Ciater, Subang, Sabtu (11/5/2024).

Kecelakaan disebut bermula dari hilang kendalinya laju bus. Hal ini dituturkan sopir bus pariwisata, Sadira.

"Pada saat di perempatan Ciater, itu kan ada kendaraan lalu lalang keluar masuk kan. Jadi saya berhenti di situ ngerem. Nah itu, langsung rem kanan dengan persneling prei," ujarnya, Minggu.

Saat melaju lagi, rem ternyata tidak berfungsi, sehingga Sadira tak bisa mengendalikan busnya.

"Untuk mencari penyelamat, biasanya juga ada antisipasi jalur yang nanjak ke atas itu kan, ternyata di situ tidak ada. Dalam pemikiran saya kalau saya teruskan, melalui jalan raya, otomatis banyak kendaraan yang tersambar. Akhirnya saya punya inisiatif harus dibuang (banting setir). Di depan saya ada tiang listrik, agar kendaraan bus itu berhenti, terpaksa saya putar ke kanan dan setelah itu saya sudah tidak tahu apa yang terjadi lagi," ucapnya.

Baca selengkapnya: Kesaksian Sopir Bus Maut di Subang, Hilang Kendali Saat Rem Tak Berfungsi

2. Cerita korban banjir Nunukan, tidur bawa parang untuk halau buaya dan ular

Bedah rumah Abdul Hamid warga Sembakung Nunukan Kaltara yang selalu menjadi korban banjir kiriman Malaysia oleh Kodim 0911/NnkDok.Penerangan Kodim 0911/Nnk Bedah rumah Abdul Hamid warga Sembakung Nunukan Kaltara yang selalu menjadi korban banjir kiriman Malaysia oleh Kodim 0911/Nnk

Bagi Hamid, kewaspadaan saat banjir melanda menjadi hal utama. Sewaktu beristirahat di pungkau, dirinya selalu membawa parang untuk menghalau buaya dan ular.

"Kalau sudah di atas pungkau, saya siap parang. Kalau banjir ada saja buaya, ular hitam yang punya bisa (kobra)," ungkapnya, Minggu.

Dia mengaku ular king kobra beberapa kali masuk rumahnya lantaran terseret banjir. Ia terpaksa menebas ular itu demi keselamatan dirinya.

Hamid mengatakan, rumahnya kerap kebanjiran. Seperti kali ini, sudah sekitar sepekan banjir melanda Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Nunukan.

"Kalau banjir, di pungkaulah saya tinggal. Di situ lah saya tidur, memasak, dan semuanya, sambil menunggu air surut," tuturnya.

Baca selengkapnya: Cerita Abdul Hamid Korban Banjir Nunukan, Tidur Memeluk Parang untuk Usir Buaya dan Ular Hitam

3. Pendaki terjatuh ke jurang Gunung Andong

Proses evakuasi pendaki yang jatuh ke jurang Gunung Andong, Minggu (12/5/2024).Dokumentasi RPH Pagergunung Perum Perhutani Proses evakuasi pendaki yang jatuh ke jurang Gunung Andong, Minggu (12/5/2024).

Muhammad Malik Atha (20), pendaki asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, jatuh ke jurang Gunung Andong, Minggu.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung Perum Perhutani Muhlisin menuturkan, insiden terjadi saat korban bersama kawan-kawannya turun dari puncak Alap-alap Gunung Andong.

"Saat perjalanan, kaki korban terjerat alang-alang. Sehingga, terperosok ke jurang yang agak curam. Dia tertahan oleh pohon," jelasnya, Minggu.

Pemuda tersebut selamat meski menderita patah tulang. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi sadar.

"Korban dibawa ke RSUD Salatiga untuk dirawat," terangnya.

Baca selengkapnya: Terjerat Alang-alang, Pendaki asal Kendal Terjatuh ke Jurang Gunung Andong

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com