Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TKN: Prabowo-Gibran Menang, Pupuk dan Irigasi Pertanian Lebih Terjangkau

Kompas.com - 20/12/2023, 20:13 WIB
Tresno Setiadi,
Reni Susanti

Tim Redaksi

BREBES, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Komjen (Purn) Condro Kirono menyebut, pasangan calon nomor urut 2 memiliki program unggulan demi kesejahteraan petani.

Hal itu merespons keluhan petani dan pedagang bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi karena adanya program Kartu Tani yang digulirkan Pemprov Jawa Tengah.

"Pak Prabowo dan Mas Gibran punya program yang langsung menyentuh petani. Yaitu peningkatan produktivitas pertanian. Termasuk bawang," kata Condro saat menghadiri deklarasi ribuan petani bawang merah yang dihadiri Ketum PSI Kaesang Pangarep, di Desa Klampok, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2023).

Baca juga: Unggul Dibanding Capres Lain, SBY Ingatkan Prabowo: Politik Itu Dinamis

Mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri ini menyebut, salah satu program unggulan capres-cawapres, Prabowo-Gibran adalah soal mempermudah penyediaan pupuk subsidi.

"Misal masalah pupuk, jangan sampai pupuknya kurang dan produksinya berkurang. Nah solusinya pupuk akan disiapkan terus ada dan dimudahkan, misal petani hanya cukup menggunakan KTP," kata Condro.

Baca juga: Prabowo: Demi Allah Saya Tidak Ingin Jadi Presiden karena Kekuasaan

Selain persoalan pupuk subsidi, masalah lainnya yang diperhatikan demi kesejahteraan petani adalah saluran irigasi untuk pengairan sawah.

"Kedua masalah irigasi, selama ini kekeringan. Dan itu akan dilanjutkan irigasi sampai ke desa-desa. Sehingga produksi hasil pertanian banyak, dan penyerapan panen besar dengan pembuatan gudang-gudang untuk pemasaran," kata Condro.

Condro berterima kasih kepada ribuan petani dan pedagang bawang merah di Brebes yang mendeklarasikan diri mendukung dan mempercayai Prabowo-Gibran.

"Saya sebagai Wakil Ketua TKN berterima kasih ke Mas Deni atas deklarasi ProGib yang mendukung Prabowo-Gibran," pungkas Condro.

Ketua Pembina ProGib, Beni Santoso menyebut, ada beberapa hal yang selama ini dikeluhkan para petani dan pedagang bawang merah. Salah satunya program Kartu Tani.

Program Kartu Tani dianggap tidak membela petani. Karena petani justru makin kesulitan dalam mendapatkan pupuk subsidi.

"Kami petani pemegang Kartu Tani malah susah dalam mendapatkan pupuk subsidi. Maka kami minta kepada pasangan Prabowo-Gibran agar nanti memperhatikan masalah pupuk subsidi agar petani dipermudah," kata Beni.

Akibat sulit mendapatkan pupuk subsidi, petani akhirnya membeli pupuk non subsidi dengan harga mahal. Dengan penggunaan pupuk non subsidi, biaya tanam makin meningkat.

"Petani bawang selalu dirugikan. Sudah tidak dapat pupuk subsidi, harga panen jatuh. Padahal biaya tanam mahal karena pakai pupuk non-subsidi," lanjut Beni.

Beni menambahkan, petani dan pedagang bawang merah Brebes sepakat mendukung paslon 02. Paslon tersebut diharapkan meneruskan program Jokowi dalam bidang pertanian.

Petani pedagang bawang merah menilai, selama ini program Presiden Jokowi sudah cukup baik untuk kemajuan produksi pertanian.

Diharapkan, paslon Prabowo Gibran akan melanjutkan program Jokowi agar nasib petani menjadi lebih baik.

"Petani dan pedagang bawang merah Brebes kompak mendukung paslon 02 dan bergabung dengan relawan ProGib. Diharapkan Prabowo Gibran apabila jadi bisa melanjutkan program Pak Jokowi," kata Beni.

Petani berharap, jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran memberikan perhatian khusus pada nasib petani. Terutama soal ketersediaan pupuk dan membantu pemasaran hasil panen saat harga jatuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

Regional
Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Regional
Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Regional
Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Regional
Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Regional
Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Regional
Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Regional
Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Regional
Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Regional
Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com