Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar: Baliho Dicopot Tiga, Kita Pasang Seratus, Dicopot Seratus, Kita Pasang Seribu

Kompas.com - 18/12/2023, 05:07 WIB
Bayu Apriliano,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

MAGELANG, KOMPAS.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, sempat menyinggung soal pencopotan baliho miliknya di sejumlah tempat.

Hal ini disampaikan Ganjar saar berkampanye di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (17/12/2023). 

"Baliho dicopot tiga, kita pasang seratus. Baliho dicopot seratus, kita pasang seribu," Sindir Ganjar.

Ganjar mengajak para pendukungnya untuk tidak takut menghadapi situasi politik kali ini. Ia mengingatkan saat tahun 1996 Indonesia juga mengalami tekanan seperti yang tengah dialaminya saat ini.

Baca juga: Kunjungi Temanggung, Ganjar Bershalawat Bersama Habib Zaidan dan Warga

"Di tengah situasi seperti ini, maka kita ingat kembali masa-masa tahun 1996 kita mengalami tekanan yang luar biasa. Dan pada saat itu kita tidak ada satu jengkal untuk mundur," kata Ganjar.

Saat berkampanye di Magelang, Ganjar, mendapat sambutan yang luar biasa dari pendukungnya. Ada tiga replika banteng raksasa menyambut kedatangan Ganjar.

Replika banteng berukuran lebih kurang 6 meter tersebut merupakan simbol semangat untuk memenangkan Ganjar. Menariknya, banteng-banteng itu diangkat bergerak seakan benar-benar hidup.

Keberadaan replika banteng itu menarik perhatian Ganjar. 

"Bantenge gede tenan (bantengnya besar). Banteng itu tidak gembeng (cengeng), banteng itu teguh, lurus. Kalau kita benar tidak ada yang mampu menghalangi," seru Ganjar.

Lebih lanjut, dia bersama Mahfud MD berjanji akan bekerja cepat jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. 

"Dari kemarin kita sudah berkeliling ke daerah-daerah. Banyak aspirasi dan kita siap selesaikan karena kita sat set, tas tes," paparnya.

Menurut Ganjar, semangat itu adalah kekuatan rakyat. Sehingga kemenangan Ganjar-Mahfud adalah kemenangan rakyat.

"Dan, inilah kekuatan rakyat. Merdeka," lantang Ganjar.

Ia pun meminta, semua pendukungnya dapat terus bekerja secara maksimal. Mulai dari sosialisasi, pengawasan pelaksanaan pencoblosan, hingga penghitungan suara.

"Siapa yang jaga TPS? Kita harus pastikan TPS dijaga. Dan, terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kita jaga rumah kita jangan sampai ada yang mencuri. Jawa Tengah kandang banteng," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Kuras Sumur, Pria di Cilacap Tewas

Regional
International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

International Tour de Banyuwangi Kembali Digelar, Diikuti 20 Tim dari 9 Negara

Regional
Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Tunggu Putusan Pengadilan, Pemkot Jambi Siapkan Anggaran untuk SDN 212

Regional
Putrinya Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak, Selamet: Saya Sudah Kayak Orang Gila...

Putrinya Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak, Selamet: Saya Sudah Kayak Orang Gila...

Regional
Cegah Jebol Berulang, Proyek Pembangunan Tanggul Sungai Wulan Demak Gunakan Struktur 'Retaining Wall'

Cegah Jebol Berulang, Proyek Pembangunan Tanggul Sungai Wulan Demak Gunakan Struktur "Retaining Wall"

Regional
Kronologi Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen, Motifnya Sakit Hati

Kronologi Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen, Motifnya Sakit Hati

Regional
Timah Batangan Senilai Rp 1,8 Miliar Diselundupkan Pakai Manifes Buah-buahan

Timah Batangan Senilai Rp 1,8 Miliar Diselundupkan Pakai Manifes Buah-buahan

Regional
Kejari Aru Maluku Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara Pidana

Kejari Aru Maluku Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara Pidana

Regional
Sampah Menumpuk di Jalanan Pemalang, Sudah 5 Hari Belum Terangkut Semua

Sampah Menumpuk di Jalanan Pemalang, Sudah 5 Hari Belum Terangkut Semua

Regional
Hutan Adat Rusak, Warga Papua Minta Perusahaan Salatiga Bertanggung Jawab

Hutan Adat Rusak, Warga Papua Minta Perusahaan Salatiga Bertanggung Jawab

Regional
OB Tak Sengaja Injak Gas, Honda Brio Tabrak Pintu Kaca Showroom hingga Pecah

OB Tak Sengaja Injak Gas, Honda Brio Tabrak Pintu Kaca Showroom hingga Pecah

Regional
Kasus Wanita Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak, Jarak 'Treadmill' dan Jendela Hanya 60 Cm

Kasus Wanita Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gim di Pontianak, Jarak "Treadmill" dan Jendela Hanya 60 Cm

Regional
Pemkot Sukabumi Gelar Pertemuan Bahas Kematian Bayi Setelah Imunisasi, Orangtua Diminta Ajukan Otopsi

Pemkot Sukabumi Gelar Pertemuan Bahas Kematian Bayi Setelah Imunisasi, Orangtua Diminta Ajukan Otopsi

Regional
Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Terungkap, Pelaku Mengaku Sakit Hati

Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Kebumen Terungkap, Pelaku Mengaku Sakit Hati

Regional
Menjual di Bawah Harga Pasaran, Pengoplos Gas Bersubsidi Masih Bisa Raup Rp 3 Miliar

Menjual di Bawah Harga Pasaran, Pengoplos Gas Bersubsidi Masih Bisa Raup Rp 3 Miliar

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com