Polisi Jemput Paksa Anak Kiai Jombang Diwarnai Aksi Saling Dorong: Tidak Ada yang Terluka

Kompas.com - 07/07/2022, 13:02 WIB

KOMPAS.com - Ratusan aparat kepolisian akhirnya melakukan jemput paksa MSAT, anak kiai Jombang yang menjadi tersangka kasus pencabulan.

Sempat terjadi aksi dorong dengan puluhan massa yang mencoba menghalangi aparat kepolisian.

Baca juga: Tidak Kooperatif, Anak Kiai Jombang yang Jadi Tersangka Pencabulan Terancam Dijemput Paksa

"Tidak ada yang terluka. Hanya dorong dorongan aja tadi masuk. Karena sempat tadi waktu kami masuk, di pintu gerbang itu ada para santri, ada simpatisan, di situ memanjakan doa," Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, dilansir dari Surya.co.id.

Sebelumnya, Dirmanto menegaskan, polisi telah melakukan upaya persuasif sebelum melakukan jemput paksa terhadap MSAT.

Baca juga: Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan Kembali Gagal Ditangkap

"Kami beri waktu satu jam, ternyata satu jam belum mau, akhirnya kami melakukan upaya paksa mendorong aja. Akhirnya kita bisa masuk dan berproses," katanya.

Puluhan orang diamankan

Setelah berhasil masuk, polisi segera melakukan penggeledahan di sejumlah ruang di dalam Pesantren Shiddiqiyah Ploso tersebut.

Sementara untuk puluhan orang yang mencoba menghalau polisi telah dibawa ke Mapolres Jombang menggunakan tiga truk.

"Nanti akan kita data ke polres, kami akan periksa semua. Nanti akan kami informasikan. Sementara itu," katanya, Kamis (7/7/2022).

 

Suasana penjemputan paksa anak kiai di Jombang yang jadi tersangka pencabulan, Kamis (7/7/2022). Suasana penjemputan paksa anak kiai di Jombang yang jadi tersangka pencabulan, Kamis (7/7/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, MSAT dilaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019 oleh korban berinisial NA.

Baca juga: Polisi Jemput Paksa Anak Kiai Jombang yang Jadi Tersangka Pencabulan

NA diketahui merupakan seorang santri perempuan asal Jawa Tengah.

Setelah itu, pada 12 November 2019, Polres Jombang mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan dan pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut.

Dalam perjalanan kasus itu, MSA berusaha melakukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya namun ditolak.

Lalu tersangka juga kembali mengajukan gugatan ke PN Jombang dan kembali ditolak.

Akhirnya, Polda Jatim pun menetapkan MSA sebagai DPO dan memintanya menyerahkan diri.

(Penulis : Kontributor Jombang, Moh. Syafií |Editor : Pythag Kurniati)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul: Kronologi Ratusan Polisi Jemput Paksa Anak Kiai Jombang Tersangka Pencabulan, Puluhan Orang Dibawa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Bentang Alam Pulau Bali, dari Pantai hingga Gunung

Mengenal Bentang Alam Pulau Bali, dari Pantai hingga Gunung

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Agustus 2022

Regional
Kembali Ditetapkan Jadi Gubernur DIY, Ini Visi Misi Sultan HB X

Kembali Ditetapkan Jadi Gubernur DIY, Ini Visi Misi Sultan HB X

Regional
Siswa SLB di Purwokerto Sebut Nama Ganjar Pranowo Pakai Bahasa Isyarat hingga Dapat Hadiah HP

Siswa SLB di Purwokerto Sebut Nama Ganjar Pranowo Pakai Bahasa Isyarat hingga Dapat Hadiah HP

Regional
Jalankan Bisnis Jual Beli hingga Reparasi Senjata Ilegal, Anggota Perbakin di Sumsel Ditangkap

Jalankan Bisnis Jual Beli hingga Reparasi Senjata Ilegal, Anggota Perbakin di Sumsel Ditangkap

Regional
50 Anggota NII di Cilengkrang Bandung Kembali ke NKRI: Kami Harap Ada Jaminan

50 Anggota NII di Cilengkrang Bandung Kembali ke NKRI: Kami Harap Ada Jaminan

Regional
Pemkab Aceh Utara Berencana Kelola Sumur Migas Peninggalan Belanda, Kepala Migas Center Unimal: Masih Punya Nilai Ekonomis

Pemkab Aceh Utara Berencana Kelola Sumur Migas Peninggalan Belanda, Kepala Migas Center Unimal: Masih Punya Nilai Ekonomis

Regional
Siswi MTs di Grobogan Depresi Berat Setelah Diperkosa 7 Orang Termasuk Bapak Tiri

Siswi MTs di Grobogan Depresi Berat Setelah Diperkosa 7 Orang Termasuk Bapak Tiri

Regional
Kisah Cinta Diana, Mencari Kekasihnya Warga Jerman, tapi Berujung Duka

Kisah Cinta Diana, Mencari Kekasihnya Warga Jerman, tapi Berujung Duka

Regional
Kenaikan Tarif Masuk ke TN Komodo Ditunda, Astindo Labuan Bajo: Bukti Pemerintah Rensponsif

Kenaikan Tarif Masuk ke TN Komodo Ditunda, Astindo Labuan Bajo: Bukti Pemerintah Rensponsif

Regional
Rumah Lansia di Salatiga Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Rumah Lansia di Salatiga Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan

Regional
Bocoran Konser Dream Theater di Solo, Durasi 2 Jam hingga Bakal Ada Kejutan Local Genuine

Bocoran Konser Dream Theater di Solo, Durasi 2 Jam hingga Bakal Ada Kejutan Local Genuine

Regional
6 Pengirim PMI Ilegal Melalui Pelabuhan Internasional Batam Ditangkap

6 Pengirim PMI Ilegal Melalui Pelabuhan Internasional Batam Ditangkap

Regional
Polisi Gerebek Rumah Anggota DPRD di Riau Terkait Kasus Narkoba, tapi Tak Temukan Barang Bukti

Polisi Gerebek Rumah Anggota DPRD di Riau Terkait Kasus Narkoba, tapi Tak Temukan Barang Bukti

Regional
Diduga Sering Dibully, Pelajar SMA di Brebes Nekat Terjun ke Sumur

Diduga Sering Dibully, Pelajar SMA di Brebes Nekat Terjun ke Sumur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.