Kompas.com - 07/07/2022, 06:30 WIB

KOMPAS.com - Cerita rakyat merupakan kekayaan budaya suatu daerah.

Legenda Si Lacang merupakan cerita rakyat Melayu. Cerita rakyat ini berlatar belakang di daerah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Pesan moral cerita rakyat ini adalah supaya anak berbakti kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya.

Berikut ini Legenda Si Lancang, cerita rakyat Melayu.

Legenda Si Lancang

Dahulu kala di daerah Kampar, hiduplah Si Lancang dengan ibunya. Mereka hidup sangat miskin dan mereka berdua bekerja sebagai buruh tani.

Untuk memperbaiki kehidupan, Si Lancang bermaksud merantau.

Si Lancang pun berpamitan kepada ibu dan guru ngajinya. Ibunya berpesan agar di rantau, Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. Ibunya juga berpesan agar jangan sampai menjadi anak yang durhaka.

Si Lancang pun berjanji pada ibunya. Sang ibu sampai terharu saat Si Lancang menyembah lututnya untuk meminta berkah.

Baca juga: Legenda Kumbang Bernaung, Asal-usul Nama Danau Malawen

Ibu Si Lancang membekali sebungkus lumping dodak, kue kesukaan Si Lancang.

Setelah bertahun-tahun merantau, Si Lancang mencapai kesuksesan. Ia menjadi saudagar kaya raya yang memiliki berpuluh-puluh kapal dagang.

Menurut kabar, ia juga memiliki tujuh istri. Mereka semua berasal dari keluarga saudagar yang kaya raya.

Sementara, ibunya masih tinggal di Kampar, dalam keadaan sangat miskin.

Pada suatu hari, Si Lancang berlayar ke Andalas, dalam perlayaran itu ia membawa ke tujuh istrinya.

Si Lancang pulang kampung

Si Lancang juga membawa perbekalan mewah dan alat-alat hiburan berupa musik.

Sampai di Kampar, alat musik dibunyikan dengan suara yang sangat riuh. Si Lancang juga menggelar sutra dan aneka perhiasan dari emas dan perak untuk memberikan kesan kemewahan yang dimilikinya.

Berita kedatangan Si Lancang terdengar oleh ibunya. Dengan perasaan haru, ia bergegas menyambut kedatangan anak satu-satunya.

Karena miskin, ibu Si Lancang hanya mengenakan kain selendang tua, sarung usang, dan kebaya penuh tambalan.

Kemudian, ia memberanikan diri naik ke geladak kapal Si Lancang yang mewah.

Namun, orang -orang di dalam kapal malah berusaha mengusir ibu Si Lancang dan tidak mempercayai bahwa wanita berpakaian compang camping itu ibu Si Lancang, saudagar kaya raya. Namun, ibu Si Lancang tetap tidak mau beranjak.

Baca juga: Legenda Joko Seger dan Rara Anteng, Asal-usul Nama Tengger

Kegaduhan tersebut menarik perhatian Si Lancang, ia datang diiringi oleh ke tujuh istrinya.

Si Lancang terkejut melihat perempuan yang akan diusir itu adalah ibunya. Melihat Si Lancang, ibu nya meluapkan rasa rindu.

Namun, sapaan penuh kerinduan itu ditepis Si Lancang. Ia menyanggah bahwa perempuan itu adalah ibunya, bahkan ia meminta orang-orang di kapal untuk mengusir ibunya.

Ibu Si Lancang itu akhirnya pulang dengan perasaan hancur. Sampai di rumah, ia mengambil pusaka miliknya. Pusaka itu adalah lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru.

Sambil terus berdoa, lesung itu diputar-putar dan dikibas-kibas nyiru pusakanya. Ia pun berkata," Ya Tuhan hukumlah si anak durhaka itu".

Hukum dari ibu Si Lancang akan menjadi sejumlah tempat di Provinsi Riau.

Dalam sekejab turun badai topan. Badai itu berhembus sangat kencang sehingga dalam sekejab menghancurkan kapal-kapal dagang milik Si Lancang.

Bukan hanya kapal yang hancur, seluruh benda-benda mewahnya terbang kemana-mana. Kain sutranya terbang melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang terletak di Kampar Kiri.

Baca juga: Legenda Putri Lumimuut, Asal-usul Etnis Minahasa

Sementara, gongnya terlempar ke Kampar Kanan dan menjadi Sungai Oguong. Kemudian, tembikarnya melayang-layang menjadi Pasubilah. Sedangkan, tiang bendera kapal si Lancang terlempar sampai ke sebuah danau yang diberi nama Danau Si Lancang.

Sumber:

budaya-indonesia.orgpustaka.pekanbaru.go.id, dan madah.kemdikbud.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Warga: Sangat Kuat dan Lebih dari 5 Detik

Regional
Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Pj Gubernur Tanggapi Korupsi Kredit Macet Rp 65 Miliar di Bank Banten

Regional
Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Kabur dari Rumah, Pria di Lombok Timur Ditemukan Tewas di Waduk Galian C

Regional
Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Jual 12 Drum Solar Subsidi di Atas Harga Eceran, Pria di Ketapang Ditangkap

Regional
Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Ibu Brigadir J Syok Anaknya Mati Ditembak: Kami Sangat Sedih...

Regional
Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Ganti Rugi Ternak PMK, Bupati Sleman: Jangan Sampai Ada yang Tidak Terdata

Regional
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Pengacara Brigadir J Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solo Capai 12.678 Peserta

Regional
Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Ayah Brigadir J: Yosua Tak Pernah Cerita Buruk Soal Ferdy Sambo, Kami Tak Menyangka Ia Mati Atas Perintahnya

Regional
Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Seorang Warga Luwu Timur Tewas Kena Panah Ikan Rekannya Sendiri

Regional
Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Gempa M 5,9 Guncang Maluku Tenggara Barat, Terasa hingga Sorong

Regional
Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Lagi, Gempa M 4,9 Guncang Sumbawa, Warga: Lebih Kuat dari yang Terjadi Tadi Sore

Regional
Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Ayah Brigadir J: Ferdy Sambo Jujurlah ke Penyidik Apa Motif Pembunuhan, Putri Jangan Sembunyi di Balik Layar

Regional
WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

WN China Terpeleset Saat Mendaki Gunung Rinjani, Kaki Cedera hingga Tak Bisa Jalan

Regional
Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Ganjar Apresiasi Mobil Listik Buatan SMK Institut Indonesia Kutoarjo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.