Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Residivis Ngaku Polisi Demi Rp 500 Juta hingga Nikahi Korbannya

Kompas.com - 17/05/2022, 19:34 WIB
Masriadi ,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Penyidik Polres Aceh Timur menangkap HA (35), seorang residivis asal Desa Lueng Baro, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara pada Jumat (13/5/2022).

Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono menyebutkan, pria ini mengaku sebagai polisi dan menipu seorang ibu rumah tangga berinisial KH (54) asal Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

“Dia menunjukkan kartu anggota polisi pada korban. Itu dipastikan palsu. Dia ini residivis,” kata AKP Dizha dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Aksi Sindikat Polisi Gadungan di Mojokerto, Menakut-nakuti Warga hingga Sudah Memeras Rp 100 Juta

Dizha berkata, pelaku berkenalan dengan korban lewat Facebook.

Seiring waktu, mereka akrab dan sering berkomunikasi. Hingga akhirnya pelaku meminjam uang Rp 500 juta kepada korban.

Korban pun meminjamkan uang tersebut dan dikirim secara bertahap.

“Untuk meyakinkan korban bahwa dia polisi dan tak perlu ragu memberikan uang, tersangka menggunakan seragam hitam putih dan memakai dasi layaknya pakaian tim penyidik,” sebutnya.

Pelaku bahkan menikahi korban secara siri pada 6 Mei 2022.

Belakangan korban curiga akan pekerjaan suami sirinya. Lalu dia menunjukan kartu anggota polisi itu kepada salah seorang polisi di Aceh Timur.

Dari keterangan polisi di Aceh Timur itulah diketahui kartu itu palsu.

Baca juga: Buron Sejak 2018 dan Nyamar Jadi Driver Ojol, Tersangka Korupsi Ditangkap Kejati Sumut

“Setelah mengetahui dia ditipu, barulah dia (korban) melapor. Kita sudah tangkap pelaku di rumah keluarganya dan kini ditahan di Mapolres,” sebutnya.

Sekadar diketahui, pelaku pada 2008 lalu juga ditahan atas penyebaran uang palsu. Dia ditahan tiga tahun enam bulan di Rumah Tahanan Negara Lhoksukon, Aceh Utara.

“Kita sita satu kemeja putih, celana kain hitam, tas, dasi warna hitam dan kartu tanda anggota polisi palsu,’ sebutnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP ancaman hukuman maksimal 4 tahun. “Kami imbau, masyarakat lebih teliti. Sehingga peristiwa yang sama tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dirundung, Puluhan Siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo Lari dari Sekolah

Dirundung, Puluhan Siswi SMA Wira Bhakti Gorontalo Lari dari Sekolah

Regional
Dituding Lecehkan Gadis Pemohon KTP, ASN Disdukcapil Nunukan: Saya Tidak Melakukan Itu

Dituding Lecehkan Gadis Pemohon KTP, ASN Disdukcapil Nunukan: Saya Tidak Melakukan Itu

Regional
Longsor di Pinrang, Batu Seukuran Mobil dan Pohon Tumbang Tutupi Jalan

Longsor di Pinrang, Batu Seukuran Mobil dan Pohon Tumbang Tutupi Jalan

Regional
Transaksi Seksual di Balik Pembunuhan Gadis Muda Dalam Lemari di Cirebon

Transaksi Seksual di Balik Pembunuhan Gadis Muda Dalam Lemari di Cirebon

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Sedang

Regional
Lontaran Pijar Gunung Ibu Capai 1.000 Meter di Bawah Bibir Kawah

Lontaran Pijar Gunung Ibu Capai 1.000 Meter di Bawah Bibir Kawah

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 11 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Berawan

Regional
Mati Terkena Tombak, Bangkai Paus Kerdil Terdampar di Botubarani

Mati Terkena Tombak, Bangkai Paus Kerdil Terdampar di Botubarani

Regional
Ibu Melahirkan di Ambulans karena Jalan Rusak, Dinkes Kalbar Bersuara

Ibu Melahirkan di Ambulans karena Jalan Rusak, Dinkes Kalbar Bersuara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pabrik Sepatu Bata di Karawang Tutup | Kades di Blora Tewas Tersengat Listrik

[POPULER NUSANTARA] Pabrik Sepatu Bata di Karawang Tutup | Kades di Blora Tewas Tersengat Listrik

Regional
Ketiduran Sambil Bawa Emas, Nenek 87 Tahun Jadi Korban Perampokan

Ketiduran Sambil Bawa Emas, Nenek 87 Tahun Jadi Korban Perampokan

Regional
Kemenkes Berikan Beasiswa Kedokteran Khusus untuk Anak Asli Natuna

Kemenkes Berikan Beasiswa Kedokteran Khusus untuk Anak Asli Natuna

Regional
Banjir Sembakung Jadi Perhatian Nasional, Pemda Nunukan Dapat Bantuan 213 Unit Rumah dari BNPP

Banjir Sembakung Jadi Perhatian Nasional, Pemda Nunukan Dapat Bantuan 213 Unit Rumah dari BNPP

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com