Kawal Demo Mahasiswa 11 April di NTB, Polisi Dilarang Bawa Senjata Api

Kompas.com - 10/04/2022, 18:53 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 477 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (11/4/2022). 

"Jadi ada sekitar 400-an personel Polresta Mataram yang akan ditugaskan dalam pengamanan demo besok," kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi usai apel siaga di Lapangan Islamic Center, Minggu (10/4/2022).

Dalam arahannya, Heri mengatakan, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan tidak diperbolehkan membawa senjata api dan senjata tajam.

Baca juga: Antisipasi Pergerakan Mahasiswa ke Jakarta Saat Demo 11 April, Polisi di Banten Tak Bawa Senjata Api

Selain itu untuk menghindari pelanggaran, Heri mengharapkan personel dalam bertugas mengedepankan humanis, utamakan kesabaran, tidak terpacing emosi saat melihat tingkah laku dan tutur kata para pedemo.

"Perlu diketahui oleh seluruh personel yang bertugas bahwa sasaran demo kali ini kebijakan pemerintah, seperti kenaikan harga BBM jenis Pertamax, kenaikan harga minyak goreng, dan kebijakan tiga periode presiden RI," kata Heri.

Usai apel siaga, seluruh personel melakukan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Gede Sumadra.

Baca juga: Balap Liar di Lombok Tengah Dibubarkan, Belasan Motor Disita hingga Lebaran

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana melakukan aksi demo besar-besaran di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada 11 April 2022.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengamankan rencana unjuk rasa mahasiswa.

Ia meminta aparat keamanan untuk tidak melakukan kekerasan apalagi membawa peluru tajam saat mengamankan aksi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Fly Over Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Fly Over Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Regional
Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat Sejak Lama

Istri Ferdy Sambo Tersangka, Pengamat Hukum Unila: Putri Candrawathi Terendus Terlibat Sejak Lama

Regional
Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Fly Over Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Gibran Cari Pelaku Balap Liar Mobil di Fly Over Purwosari, Polisi: Yang Jelas Tidak Ada Ampun

Regional
Markas Judi Online di Kepri Digerebek, Dikelola dari Kamboja dan Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Markas Judi Online di Kepri Digerebek, Dikelola dari Kamboja dan Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Regional
Anak Pukuli Ayahnya Sendiri hingga Tewas, Motif Belum Diketahui

Anak Pukuli Ayahnya Sendiri hingga Tewas, Motif Belum Diketahui

Regional
Video Viral Pasutri dan Balitanya Dikeroyok Pemain Bola, Bermula dari Korban Menyalip Konvoi Pelaku

Video Viral Pasutri dan Balitanya Dikeroyok Pemain Bola, Bermula dari Korban Menyalip Konvoi Pelaku

Regional
Modus Bersihkan Kelas hingga Hafalkan Pancasila, Guru SD di Lombok Utara Cabuli 17 Siswi

Modus Bersihkan Kelas hingga Hafalkan Pancasila, Guru SD di Lombok Utara Cabuli 17 Siswi

Regional
Orangtua Pembuang Bayi di Salatiga Tertangkap, Ternyata Sepasang Kekasih

Orangtua Pembuang Bayi di Salatiga Tertangkap, Ternyata Sepasang Kekasih

Regional
Istrinya Tak Bernyawa Usai Dianiaya, Frans Panik dan Menguburnya di Kebun, Terungkap Sebulan Kemudian

Istrinya Tak Bernyawa Usai Dianiaya, Frans Panik dan Menguburnya di Kebun, Terungkap Sebulan Kemudian

Regional
Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Ayah Brigadir J: Kami Sangat Mengapresiasi Tim Khusus

Istri Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Ayah Brigadir J: Kami Sangat Mengapresiasi Tim Khusus

Regional
2 Kapal Terbakar di Pelabuhan Asgon Mappi, 2 ABK Tewas

2 Kapal Terbakar di Pelabuhan Asgon Mappi, 2 ABK Tewas

Regional
Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Besar UHO Kendari Akan Diperiksa Senin Depan

Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Besar UHO Kendari Akan Diperiksa Senin Depan

Regional
Polres Pemalang Tangkap 24 Pelaku Judi, Salah Satunya Beromzet Rp 8-9 Juta Per Hari

Polres Pemalang Tangkap 24 Pelaku Judi, Salah Satunya Beromzet Rp 8-9 Juta Per Hari

Regional
Gagal Lelang, Pembangunan Gedung DPRD Gunungkidul Molor

Gagal Lelang, Pembangunan Gedung DPRD Gunungkidul Molor

Regional
Pantun, Tradisi Lisan Masyarakat Melayu, Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

Pantun, Tradisi Lisan Masyarakat Melayu, Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.