Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapat Uang Fee Proyek hingga Rp 3,9 M, Adik Mantan Bupati Lampung Utara Dituntut 4 Tahun

Kompas.com - 16/03/2022, 17:25 WIB
Tri Purna Jaya,
Khairina

Tim Redaksi

 

LAMPUNG, KOMPAS.com - Adik mantan Bupati Lampung Utara dituntut pidana penjara selama 4 tahun oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terdakwa bernama Akbar Tandaniria Mangkunegara ini dinyatakan jaksa telah terbukti menerima  fee hingga Rp 3,95 miliar.

Dalam persidangan yang digelar secara telekonferensi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Jaksa penuntut KPK Ikhsan Fernandi mengatakan, terdakwa Akbar terbukti menerima uang fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Utara selama empat tahun.

Baca juga: KPK Sita Rumah dan Aset Mantan Bupati Lampung Utara

Uang fee tersebut diterima terdakwa Akbar dari rekanan yang ingin mendapatkan proyek di masa kakak kandungnya, Agung Ilmu Mangkunegara, yang divonis 7 tahun, menjabat sebagai Bupati Lampung Utara periode 2015 - 2019 lalu.

"Memohon kepada majelis hakim yang mengadili menjatuhkan pidana selama empat tahun kepada terdakwa Akbar," kata Jaksa Penuntut KPK, Ikhsan di PN Tanjung Karang, Rabu (16/3/2022).

Selain itu, terdakwa Akbar juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan penjara.

Jaksa juga menurut Akbar membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 3,95 miliar subsider 10 bulan kurungan.

Baca juga: Korupsi Dana Desa Rp 418 Juta, Ayah dan Anak di Pandeglang Dituntut 5 Tahun Penjara

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan terdakwa Akbar telah melanggar Pasal 12 B jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

Menurut jaksa penuntut, hal yang meringankan terdakwa Akbar sudah menyerahkan seluruh asetnya kepada KPK, kooperatif dan bukan pelaku utama.

Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa Akbar adalah seorang ASN dan ikut terlibat pusaran korupsi.

Diberitakan sebelumnya, Akbar Tandaniria Mangkunegara ikut terlibat dalam pusaran korupsi sang kakak kandung, Agung Ilmu Mangkunegara, mantan Bupati Lampung Utara.

Pada dakwaannya, Jaksa penuntut KPK Taufiq menyebutkan, uang fee yang diterima Akbar bersama Agung Ilmu Mangkunegara bersumber dari proyek Dinas PU kabupaten setempat pada tahun anggaran 2015 – 2017.

Menurut Taufiq, Akbar dan Agung mensyaratkan kepada para calon rekanan yang ingin mendapatkan proyek, harus memberikan fee sebagai bentuk komitmen.

“Akbar yang merupakan adik dari bupati memiliki kuasa penuh untuk mengatur para calon rekanan apakah bisa memenangkan lelang proyek atau tidak,” kata Taufiq.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Marah Dipanggil 'Dilan', Pemuda di Tarakan Aniaya Teman hingga Tewas

Marah Dipanggil "Dilan", Pemuda di Tarakan Aniaya Teman hingga Tewas

Regional
Sumsel Siapkan 29.000 Sapi dan 45.000 Kambing untuk Hewan Kurban

Sumsel Siapkan 29.000 Sapi dan 45.000 Kambing untuk Hewan Kurban

Regional
Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp 20 Juta untuk Cetak Karcis Parkir

Pemkot Bengkulu Anggarkan Rp 20 Juta untuk Cetak Karcis Parkir

Regional
Hendak Dikirim ke Kalimantan, 19 Tenaga Kerja Ilegal asal Lembata Ditahan

Hendak Dikirim ke Kalimantan, 19 Tenaga Kerja Ilegal asal Lembata Ditahan

Regional
Kantor Pertanahan Kota Batam Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik

Kantor Pertanahan Kota Batam Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik

Regional
Seratusan Kades Datangi Pemkab Demak, Minta SK Perpanjangan Kades 2 Tahun Segera Diterbitkan

Seratusan Kades Datangi Pemkab Demak, Minta SK Perpanjangan Kades 2 Tahun Segera Diterbitkan

Regional
Kebakaran Pasar Karangkobar Banjarnegara, Pedagang Akan Direlokasi, Kerugian Capai Rp 45,7 Miliar

Kebakaran Pasar Karangkobar Banjarnegara, Pedagang Akan Direlokasi, Kerugian Capai Rp 45,7 Miliar

Regional
Sekelompok Pelajar Serang SMAN 8 Jambi, 1 Pelajar Ditangkap Polisi

Sekelompok Pelajar Serang SMAN 8 Jambi, 1 Pelajar Ditangkap Polisi

Regional
Dugaan Korupsi Lahan Hutan, Anak Bupati Solok Selatan Mangkir Lagi

Dugaan Korupsi Lahan Hutan, Anak Bupati Solok Selatan Mangkir Lagi

Regional
Nama-nama Baru Bermunculan di Bursa Pilkada Salatiga, Salah Satunya Anak Mantan Wakil Wali Kota

Nama-nama Baru Bermunculan di Bursa Pilkada Salatiga, Salah Satunya Anak Mantan Wakil Wali Kota

Regional
Setelah 5 Hari Perjalanan, Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur

Setelah 5 Hari Perjalanan, Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur

Regional
Kisah Nelayan Semarang, Cuaca Ekstrem Sempat Bikin Ragu Bisa Pergi Haji Tahun Ini

Kisah Nelayan Semarang, Cuaca Ekstrem Sempat Bikin Ragu Bisa Pergi Haji Tahun Ini

Regional
Polisi Periksa Pasangan Nikah Sesama Jenis di Halmahera Selatan

Polisi Periksa Pasangan Nikah Sesama Jenis di Halmahera Selatan

Regional
Menantu di Banyuasin Pembacok Mertua Ternyata Sering KDRT Istri

Menantu di Banyuasin Pembacok Mertua Ternyata Sering KDRT Istri

Regional
Pemkot Bandar Lampung Mulai Pembangunan Chinatown

Pemkot Bandar Lampung Mulai Pembangunan Chinatown

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com