Pelapor Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dilaporkan ke Polda Sulsel

Kompas.com - 17/10/2021, 17:25 WIB
Pelapor SF (kiri) didampingi penasehat hukumnya saat melaporkan pengaduan pencemaran nama baiknya atas kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga anaknya di Luwu Timur pada 2019 lalu, kemudian viral di medsos di kantor SPKT Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (16/10/2021). ANTARA/Darwin FatirPelapor SF (kiri) didampingi penasehat hukumnya saat melaporkan pengaduan pencemaran nama baiknya atas kasus dugaan pemerkosaan terhadap tiga anaknya di Luwu Timur pada 2019 lalu, kemudian viral di medsos di kantor SPKT Polda Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (16/10/2021).

KOMPAS.com-Ibu dari ketiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang diduga diperkosa dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan.

Orang yang melaporkan perempuan berinisial SR itu merupakan mantan suaminya, SF.

Pelapor menuding SR telah mencemarkan namanya dengan berita bohong.

"Dilaporkan adalah mantan istri klien kami," kata pengacara SF, Agus Welas, usai melapor di Polda Sulawesi Selatan, Sabtu (16/10/2021), seperti dilansir Antara.

Baca juga: Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan di Luwu Timur, Polisi Bikin Laporan Model A

Selain itu, SF juga melaporkan satu akun media sosial yang diduga ikut menyebarkan berita dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur.

"Akun medsos, Facebook kita jadikan bukti, permulaan. Ada satu FB (akun Facebook) kami lapor soal pencemaran nama baik. Nanti penyidik mengembangkan," sebut Agus.

Agus mengatakan salinan dari unggahan media sosial yang dilaporkan telah diserahkan ke polisi untuk menjadi bukti.

Kepala Urusan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sulawesi Selatan AKP Kasmawati membenarkan laporan SF yang didampingi kuasa hukumnya sudah diterima.

"Kami terima laporan pengaduan kemudian ditindaklanjuti oleh fungsi Reskrim. Dilaporkan dugaan pencemaran nama baik dilakukan satu orang, mantan istrinya. Nanti tunggu penyelidikan lebih lanjut," kata Kasmawati.

Baca juga: Ayah yang Diduga Perkosa 3 Anak Kandungnya di Luwu Timur Buka Suara: Itu Fitnah

Sebagai informasi, kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kembali mencuat setelah diberitakan Project Multatuli.

Dalam artikel berjudul "Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan.", diungkap polisi menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan anak oleh ayah kandung yang berprofesi sebagai ASN.

Polisi mengklaim kasus itu tidak dilanjutkan karena kurangnya barang bukti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Berpenumpang 9 Orang Mati Mesin di Perairan Ternate, Tim SAR Lakukan Pencarian

Kapal Berpenumpang 9 Orang Mati Mesin di Perairan Ternate, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Tak Terima Anaknya Dipukul Pakai Selang, Wanita Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Tak Terima Anaknya Dipukul Pakai Selang, Wanita Ini Laporkan Suaminya ke Polisi

Regional
Bripa Ricardo 'Benyanyi' di Persidangan,  Akui Terima Suap Ro 300 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Seret Nama Kapolrestabes Medan

Bripa Ricardo "Benyanyi" di Persidangan, Akui Terima Suap Ro 300 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Seret Nama Kapolrestabes Medan

Regional
Pembunuhan Berdarah di Kamar Kos Semarang, Seorang Wanita Ditemukan Tewas, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Pembunuhan Berdarah di Kamar Kos Semarang, Seorang Wanita Ditemukan Tewas, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Tidak Ada Korban Jiwa, Ini Dampak Kerusakan akibat Gempa di Lebak

Tidak Ada Korban Jiwa, Ini Dampak Kerusakan akibat Gempa di Lebak

Regional
Marah Tak Diambilkan Air Minum, Ayah di Riau Aniaya Anak Pakai Selang Berujung Penjara

Marah Tak Diambilkan Air Minum, Ayah di Riau Aniaya Anak Pakai Selang Berujung Penjara

Regional
Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi

Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi

Regional
Wisatawan Asal Medan Hilang di Pantai Senggigi Lombok

Wisatawan Asal Medan Hilang di Pantai Senggigi Lombok

Regional
Sejarah Satpam dan Warna Seragamnya dari Masa ke Masa

Sejarah Satpam dan Warna Seragamnya dari Masa ke Masa

Regional
Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Regional
Jajal Platform Digital, Pelaku UMKM di Cianjur Belajar Foto Produk

Jajal Platform Digital, Pelaku UMKM di Cianjur Belajar Foto Produk

Regional
Pemkab Kubu Raya Ajukan Vaksin Covid-19 sebagai Syarat Menikah, Ini Alasannya

Pemkab Kubu Raya Ajukan Vaksin Covid-19 sebagai Syarat Menikah, Ini Alasannya

Regional
12 Pasangan Muda-mudi di Padang Menginap Tanpa Surat Nikah, Satpol PP Panggil Orangtua

12 Pasangan Muda-mudi di Padang Menginap Tanpa Surat Nikah, Satpol PP Panggil Orangtua

Regional
Pelanggar Tilang Elektronik di Jateng Tertinggi di Indonesia

Pelanggar Tilang Elektronik di Jateng Tertinggi di Indonesia

Regional
Istri Bandar Narkoba Diduga Suap Kapolrestabes Medan Rp 75 Juta, Digunakan Beli Motor Hadiah untuk Anggota TNI

Istri Bandar Narkoba Diduga Suap Kapolrestabes Medan Rp 75 Juta, Digunakan Beli Motor Hadiah untuk Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.