Empat Desa di Sumut Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Rusak

Kompas.com - 08/10/2021, 16:15 WIB
Warga di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai memerhatikan rumah yang rusak akibat terpaan angin puting beliung disertai hujan lebat pada Kamis (7/10/2021) sore. BPBD Serdang Bedagai mencatat ada 34 rumah yang rusak dengan kondisi ringan dan berat. Dok. BPBD Serdang BedagaiWarga di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai memerhatikan rumah yang rusak akibat terpaan angin puting beliung disertai hujan lebat pada Kamis (7/10/2021) sore. BPBD Serdang Bedagai mencatat ada 34 rumah yang rusak dengan kondisi ringan dan berat.

MEDAN, KOMPAS.com - Angin puting beliung disertai hujan deras memorak-porandakan puluhan rumah di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (7/10/2021) sore.

Kencangnya terpaan angin hingga mengangkat lepas atap rumah warga dan menumbangkan pohon.

Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak 23 Rumah dan Satu Sekolah di Rokan Hulu

Kepala Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Henry Suharto menjelaskan, di Kecamatan Dolok Masihul, ada empat desa yang diterpa angin puting beliung yakni Desa Bantan, Desa Pekan Kamis, Desa Batu 13, dan Desa Martebing.

"Totalnya ada 34 rumah yang rusak. Kondisinya ada yang ringan ada juga yang berat," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (8/10/2021). 

Baca juga: Daerah di Sumut Terbebas dari PPKM Level 4, Satgas Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Dikatakannya, terjadinya angin puting beliung itu bersamaan dengan hujan yang turun dengan deras sekitar pukul 17.30 WIB.

Akibatnya, ada sejumlah rumah yang ambruk, atap rumah terbang dibawa angin, pohon tumbang dan lainnya.

Warga di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai saat melihat rumah yang rusak akibat terpaan angin puting beliung disertai hujan lebat, Kamis (7/10/2021) sore.Dok. BPBD Serdang Bedagai Warga di Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai saat melihat rumah yang rusak akibat terpaan angin puting beliung disertai hujan lebat, Kamis (7/10/2021) sore.

 

Warga yang rumahnya rusak terpaksa harus mengungsi sementara di rumah tetangga yang rumahnya dirasa aman untuk saat ini. 

Henry menambahkan, mulai Sabtu (9/10/2021) pihaknya akan menurunkan beberapa material untuk membantu masyarakat memperbaiki rumahnya.

"Untuk proses perbaikannya ya dilakukan oleh masyarakat. Jadi kita hanya menurunkan material saja di lokasi yang rumahnya mengalami kerusakan akibat puting beliung semalam," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Siswa SMA di Kupang Pesta Miras dan Merokok di Kelas, Kepala Sekolah Minta Maaf

Video Viral Siswa SMA di Kupang Pesta Miras dan Merokok di Kelas, Kepala Sekolah Minta Maaf

Regional
Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Terjaring ETLE, Pelanggar Lalu Lintas di Jateng Tercatat 34.196 Orang

Regional
Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Oknum TNI Kodam Pattimura Ditangkap, Diduga Tipu Warga hingga Ratusan Juta

Regional
Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Asal-usul Pesantren dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Regional
Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Komisioner Bawaslu Lhokseumawe Mundur dari Jabatan, Pengganti Diumumkan Maret

Regional
Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penambang Pasir yang Rusak Pantai Mananga Aba di NTT

Regional
Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Seorang Warga Afghanistan Tewas Gantung Diri di Pekanbaru

Regional
Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Pembuat Drainase Temukan Nisan Kuno dengan Aksara Arab di Palembang, Diduga dari Awal Abad Ke-17

Regional
Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Selamatkan Diri Pakai Sampan, Arifin Korban Kapal Tenggelam di Maluku Belum Ditemukan

Regional
Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Pertanyaan Tersisa, Kecelakaan Handi-Salsa dan Tiga Oknum TNI

Regional
Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Detik-detik Kepala Inspektorat di Maluku Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Sempat Mabuk

Regional
Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Mengenal Sihan, Pelukis Kontemporer yang Hijrah dari Bisnis Periklanan

Regional
Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Gempa di Selatan Banten Terjadi Beberapa Detik, Warga Bayah Panik

Regional
Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal 'Nyanyian' Bripka Rikardo

Duduk Perkara Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap Rp 75 Juta dari Istri Bandar Narkoba, Berawal "Nyanyian" Bripka Rikardo

Regional
15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

15 Hari Beroperasi, Tilang Elektronik di Sukoharjo Menjaring 763 Pengendara Sepeda Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.