Tak Daftar Ulang Selama 2 Semester, 167 Mahasiswa Unand Dikeluarkan Serentak dari Kampus

Kompas.com - 17/07/2021, 10:40 WIB
Ilustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi ShutterstockIlustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebanyak 167 mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat dikeluarkan secara serentak karena tak daftar ulang 2 semester berturut-turut.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Unand Bidang Akademik, Mansyurdin yang dihubungi Kompas.com, Jumat (16/7/2021).

Ia mengatakan, 167 mahasiswa yang dikeluarkan berasal dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Budaya.

Baca juga: Ini Alasan Sebenarnya 167 Mahasiswa Unand Serentak Dikeluarkan dari Kampus

"Benar ada 80 mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan 87 dari Fakultas Ilmu Budaya yang dikeluarkan atau mengundurkan diri berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unand tahun ini," kata Mansyurdin.

Menurutnya, 167 mahasiswa itu dikeluarkan berdasarkan SK Rektor pada 31 Maret 2021 karena tak daftar ulang selama dua semester berturut-turut.

SK tersebut berdasarkan Peraturan Rektor Unand No. 14/2020 tentang Peraturan Akademik, Pasal 14 ayat (2) yang menyebutkan mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang selama dua semester berturut-turut dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Duduk Perkara 167 Mahasiswa Unand Dikeluarkan Serentak dari Kampus, Bukan karena Tak Sanggup Bayar Kuliah

Ada temuan BPK sebesar Rp 10 miliar

Dikeluarkannya 167 mahasiswa ini berawal saat BPK melakukan audit dan ada temuan sekitar Rp 10 miliar.

Dari hasil penelusuran ternyata jumlah mahasiswa jauh lebih banyak dibandingkan jumlah yang disetorkan ke negara.

Atas temuan tersebut, pihak rektor berkoordinasi dengan fakultas agar melakukan komunikasi dengan mahasiswa yang bersangkutan.

Baca juga: PPKM Darurat di Padang, Sanksi Perorangan dan Pengusaha Bisa Ditingkatkan Bila Kembali Melanggar

Namun karena tak ada respons, maka rektor mengeluarkan surat keputusan.

“Maka dibentuklah tim untuk menyelesaikan. Kita bicarakan dengan fakultas. Namun, karena tidak juga direspons, makanya harus ada Keputusan Rektor,” ujar Mansyurdin.

"Jadi sebenarnya mahasiswa yang keluar atau mengundurkan diri itu karena tidak merespons atau sudah mengundurkan diri tapi tidak memberitahu kampus," kata Mansyurdin.

Ia juga membantah jika mahasiswa yang dikeluarkan itu tak sanggup membayar uang kuliah. Menurutnya jika ada mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah bisa menghubungi pihak kampus untuk meminta keringanan.

Baca juga: Seorang Ibu di Padang Tega Suruh Anak-anaknya Jadi Pengemis di SPBU

"Jadi tidak ada mahasiswa yang dikeluarkan itu karena tidak sanggup membayar uang kuliah, karena kita memberi keringan jika ada mahasiswa yang kesulitan. Misalnya dicicil atau dicarikan orang yang membantu," kata Mansyurdin.

Sebagian besar mahasiswa yang dikeluarkan adalah mahasiswa semester 2 atau semester 4. Mereka ada yang pindah kuliah dan tak melapor ke kampus.

"Iya ada yang semester 4. Mereka hanya kuliah 1 tahun, kemudian ikut ujian baru dan pindah perguruan tinggi, tapi tidak melapor sehingga masih tercatat sebagai mahasiswa Unand sebelum dikeluarkan," kata Mansyurdin.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Perdana Putra | Editor : Aprillia Ika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

SD, SMP dan SMA di Kota Madiun Sudah PTM, TK Tunggu Zona Hijau

Regional
Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Sandiaga Uno: Proses dan Terapkan Hukum Seadil-adilnya

Regional
Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Viral, Video Fenomena Awan Warna-warni di Denpasar, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Someone Has To Die, Novel Bertema Terorisme di Indonesia Karya Warga AS

Regional
Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Kabupaten Puncak Jaya Berhasil Raih Opini WTP, Ini Kata Bupati

Regional
Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Cara Menggunakan E-Parking di Kota Medan dan Lokasi Berlaku Sistem Pembayaran Nontunai

Regional
Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Selama 5 Bulan Dipenjara, Junaidi Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Oknum Polisi

Regional
Teror Pinjol ke Wagub Lampung: Ingatkan Kerabat Anda Bayar Utang, Jangan Sembunyikan Maling!

Teror Pinjol ke Wagub Lampung: Ingatkan Kerabat Anda Bayar Utang, Jangan Sembunyikan Maling!

Regional
Sesaat Sebelum Menikah, Pemuda Ini Ditangkap Polisi karena Tipu Wanita dan Curi Motor

Sesaat Sebelum Menikah, Pemuda Ini Ditangkap Polisi karena Tipu Wanita dan Curi Motor

Regional
Munas Alim Ulama PPP Undang 4 Gubernur, Jajaki Dukungan Capres?

Munas Alim Ulama PPP Undang 4 Gubernur, Jajaki Dukungan Capres?

Regional
Konflik di Lokasi Tambang, Polisi Tangkap Pelaku Penembakan yang Tewaskan 1 Orang

Konflik di Lokasi Tambang, Polisi Tangkap Pelaku Penembakan yang Tewaskan 1 Orang

Regional
Muncul Klaster PTM di Solo, 40 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, Ini Langkah Gibran

Muncul Klaster PTM di Solo, 40 Siswa dan 6 Guru Positif Covid-19, Ini Langkah Gibran

Regional
Kapolsek di Sulteng Dimutasi Setelah Dilaporkan Lecehkan Anak Seorang Tersangka

Kapolsek di Sulteng Dimutasi Setelah Dilaporkan Lecehkan Anak Seorang Tersangka

Regional
Satgas Pengaduan Pinjol Ilegal Polda Jatim Telah Terima 45 Aduan

Satgas Pengaduan Pinjol Ilegal Polda Jatim Telah Terima 45 Aduan

Regional
Suami Bunuh Istri Keenam karena Enggan Membuat Kopi, Jenazah Korban Diikat dan Dimasukkan ke Karung

Suami Bunuh Istri Keenam karena Enggan Membuat Kopi, Jenazah Korban Diikat dan Dimasukkan ke Karung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.