Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Kompas.com - 18/05/2021, 05:15 WIB
ilustrasi telur PIXABAY/COULEURilustrasi telur


KEDIRI, KOMPAS.com - Telur yang disebut palsu di Kota Kediri, Jawa Timur, tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Telur itu dianggap palsu karena beberapa hal, di antaranya isi telurnya hingga membran dalam pelapis cangkang yang dianggap mirip kertas.

Telur tersebut ditemukan oleh LA, seorang ibu rumah tangga asal lingkungan Ngadisimo, Kota Kediri.

Kepala Kelurahan Ngadisimo Ahmad Sofwan Hadawi membenarkan kabar tersebut.

Bahkan, dia juga sudah mendatangi rumah LA, setelah kasus itu ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Baca juga: Viral Foto Ambulans Berlogo Pemkot Padang Membantu Warga Palestina, Ini Penjelasan Gubernur Sumbar

Lurah Sofwan menceritakan, kejadian itu bermula saat LA hendak membuat telur ceplok namun mendapati isi telur tersebut membeku seperti es batu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kan telurnya ketika mau dipecah itu membeku seperti es batu," ujar Sofwan, dalam sambungan telepon, Senin (17/5/2021).

Telur itu didapatkan dengan cara membelinya di pedagang telur yang ada di pinggir jalan. Harganya Rp 19.000 per kilogram.

Secara fisik, kata dia, penampakan luar telur tersebut mempunyai kesamaan dengan telur pada umumnya.

Atas temuan itu, pihaknya lantas melaporkannya pada pihak terkait, supaya ada kejelasan perihal jenis telur tersebut.

"Sampel dibawa ke Polresta. Kami menunggu hasilnya," imbuh dia.

Temuan tersebut lantas ditindaklanjuti oleh berbagai pihak terkait. Mulai dari satuan kerja di lingkungan Pemkot Kediri hingga pihak kepolisian.

Mereka turun lapangan mengumpulkan sampel telur maupun meminta keterangan dari beberapa orang. 

Sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut.

Telur ayam asli

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengelolaan dan Pemasaran Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemkot Kediri Pujiono mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi maupun memeriksa telur-telur tersebut.

Dari situ, kata dia, peristiwa gaduh itu terjadi karena faktor pengetahuan atas telur dan faktor penyimpanannya.

"Dari hasil pemeriksaan, itu asli telur yang dihasilkan ayam," ungkap Pujiono, dalam sambungan telepon.

Baca juga: Mayat Bocah SD Disimpan Orangtua 4 Bulan Dalam Kamar, Tersisa Tulang dan Kulit

Telur tersebut, kata Pujiono, menjadi beku karena salah penyimpanan. Yakni disimpan dalam lemari pendingin dengan ukuran dingin yang cukup tinggi.

Bahkan, Pujiono menegaskan, isi telur tersebut bukanlah rusak sebagaimana dikabarkan.

Telur yang membeku itu menurutnya akan leleh kembali setelah suhu dinginnya menjadi normal.

"Cuma orangnya (saja) yang takut (telurnya) enggak bisa dimasak," kata Pujiono.

Soal membran sebagaimana ditakutkan LA, menurutnya juga masih normal. Sebab, telur sendiri mempunyai beberapa lapisan.

Adapun saat disinggung dugaan telur infertil, itu menurutnya masih memerlukan pendalaman pada asal usul distribusi telur itu sendiri.

Polisi sendiri sudah memastikan telur yang dianggap palsu tersebut merupakan telur asli yang dihasilkan oleh ayam.

 

Hanya saja, polisi masih akan terus memproses secara hukum perkara tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Girindra Wardana mengatakan, saat ini fokus pemeriksaan masih dititikberatkan masalah pada telurnya.

Yakni untuk mengungkap penyebab kerusakan telur. Selain itu juga pendalaman pada jenis telur itu sendiri, terutama untuk mengetahui telur jenis konsumsi atau jenis infertil.

"Penyebab kerusakannya, kan, bisa macam-macam, apakah karena penyimpanan atau apa," kata Girindra, melalui sambungan telepon.

Baca juga: Simpan Mayat Anak sampai Tersisa Kulit dan Tulang, Orangtua Diperiksa Atas Laporan Pembunuhan

Adapun hingga saat ini sudah ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan.

Mereka yang diperiksa mulai dari LA selaku penemu awal telur yang diduga palsu hingga pedagang telur itu sendiri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Tani, Aksi Saling Dorong Warnai Demo Mahasiswa dan Petani Blitar

Peringati Hari Tani, Aksi Saling Dorong Warnai Demo Mahasiswa dan Petani Blitar

Regional
Apa Itu Nge-BM Truk, Tren Berbahaya yang Nekat Dilakukan Sekelompok Remaja

Apa Itu Nge-BM Truk, Tren Berbahaya yang Nekat Dilakukan Sekelompok Remaja

Regional
Dirawat Sepekan, Bayi Dugong Penuh Luka yang Terdampar di Polewali Mandar Akhirnya Mati

Dirawat Sepekan, Bayi Dugong Penuh Luka yang Terdampar di Polewali Mandar Akhirnya Mati

Regional
Seorang Balita Tewas karena Tenggelam Saat Banjir di Palangkaraya

Seorang Balita Tewas karena Tenggelam Saat Banjir di Palangkaraya

Regional
Dinas Pendidikan Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di Gresik

Dinas Pendidikan Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 akibat PTM di Gresik

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Halmahera Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingat, Akhir Pekan Ini Jalur Wisata ke Baturraden Diberlakukan Ganjil Genap, Ini Lokasinya

Ingat, Akhir Pekan Ini Jalur Wisata ke Baturraden Diberlakukan Ganjil Genap, Ini Lokasinya

Regional
Napi Kasus Korupsi Meninggal di Lapas, padahal Baru Akan Bebas Tahun Depan

Napi Kasus Korupsi Meninggal di Lapas, padahal Baru Akan Bebas Tahun Depan

Regional
Tersandung Kasus Korupsi, Wakil Bupati Lombok Utara: Mohon Doanya...

Tersandung Kasus Korupsi, Wakil Bupati Lombok Utara: Mohon Doanya...

Regional
Gara-gara Saling Ejek, Dua Perempuan Saling Jambak Rambut, Salah Satunya Luka Tersayat Pisau

Gara-gara Saling Ejek, Dua Perempuan Saling Jambak Rambut, Salah Satunya Luka Tersayat Pisau

Regional
Atap Rumah Tiba-tiba Roboh, 3 Warga Ponorogo yang Asyik Nonton Televisi Tertimpa

Atap Rumah Tiba-tiba Roboh, 3 Warga Ponorogo yang Asyik Nonton Televisi Tertimpa

Regional
Polisi Bantah Tangkap Pembentang Poster Saat Jokowi ke Cilacap, Ini Penjelasannya

Polisi Bantah Tangkap Pembentang Poster Saat Jokowi ke Cilacap, Ini Penjelasannya

Regional
'Bayar Pakai Apa Saja Silakan, yang Penting Jangan Ada yang Kelaparan'

"Bayar Pakai Apa Saja Silakan, yang Penting Jangan Ada yang Kelaparan"

Regional
Ciamis Cegah Klaster PTM, Satgas Patroli Prokes ke Sekolah Tiap Hari

Ciamis Cegah Klaster PTM, Satgas Patroli Prokes ke Sekolah Tiap Hari

Regional
Sopir Bus Sugeng Rahayu Diduga Mengantuk Saat Tabrak Truk Kontainer yang Terparkir

Sopir Bus Sugeng Rahayu Diduga Mengantuk Saat Tabrak Truk Kontainer yang Terparkir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.