Tragedi Perahu Terbalik di Kedung Ombo, Ganjar: Pengelola Harus Bertanggung Jawab

Kompas.com - 16/05/2021, 17:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin soal insiden perahu terbabalik di Waduk Kedung Ombo, Boyolalu, yang menewaskan setidaknya 6 orang.

Dirinya meminta pengelola lokasi wisata tersebut untuk bertanggung jawab.

"Saya dikirimi videonya, ketika perahu belum berangkat, itu sudah melebihi kapasitas, mereka juga tidak dibekali jaket keselamatan. Saya minta pengelola harus bertanggung jawab, kalau perlu izinnya 'direview' atau kalau perlu izinnya dicabut," kata Ganjar dilansir dari Antara, Minggu.

Baca juga: Perahu Terbalik di Kedung Ombo, Jasad Ibu dan Anak Kembarnya Ditemukan Berpelukan

Dirinya juga meminta, peristiwa tersebut harus dijadikan pembelajaran bagi para kepala daerah.

Apabila menemukan ketidakberesan dari pengelola lokasi wisata, diminta tidak ragu untuk menutup destinasi wisata itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya minta SOP ditaati, pembatasan pengunjung harus dilakukan, petugas harus sering patroli untuk terus mengingatkan. Bupati/wali kota tidak usah ragu menutup kalau itu tidak ditaati, daerah lain juga sama, kerumunan banyak dan itu membahayakan. Kita harus menjaga semuanya, kalau tidak maka akan sulit untuk mengembalikan kondisi seperti semula," ujarnya.

Baca juga: Cerita di Balik Petasan Dear Mantan di Blitar, Polisi: Maunya Dinyalakan Terakhir

 

Tim relawan melakukan pencarian korban perahu terbalik yang belum ditemukan di Waduk Kedung Ombo Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (16/5/2021).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Tim relawan melakukan pencarian korban perahu terbalik yang belum ditemukan di Waduk Kedung Ombo Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (16/5/2021).

Hal senada juga diungkapkan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar mengatakan, penutupan lokasi wisata Waduk Kedung Ombo karena diduga pengelola telah mengabaikan peraturan dan prosedur keselamatan.

Baca juga: Satu Jenazah Korban Perahu Terbalik di Kedung Ombo Ditemukan, Dua Masih Dicari

"Kapolda Jateng perintahkan untuk menutup lokasi wisata Kedung Ombo mulai hari ini juga, karena tidak mematuhi protokol kesehatan dan melanggar kapasitas pengunjung yang di tentukan," ungkap Iskandar, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/5/2021).

Selain penutupan obyek wisata tersebut, lanjut dia, Kapolda Jawa Tengah juga memerintahkan personel untuk membantu pencarian korban.

(Penulis: Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Kades Pinayungan di Karawang Ditembak Orang Tak Dikenal

Rumah Kades Pinayungan di Karawang Ditembak Orang Tak Dikenal

Regional
Hendak Demo DPRD, Oknum Kades Ini Perintahkan Warganya Bawa Bom, Ini Kata Polisi

Hendak Demo DPRD, Oknum Kades Ini Perintahkan Warganya Bawa Bom, Ini Kata Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2021

Regional
Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Dinkes: Vaksinator Luka Lebam, Vaksin hingga Alat Suntik Rusak

Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Dinkes: Vaksinator Luka Lebam, Vaksin hingga Alat Suntik Rusak

Regional
Hakim Luluh Saat Bupati Non-aktif Muara Enim dengan Menahan Tangis Minta Rekening yang Diblokir agar Dibuka

Hakim Luluh Saat Bupati Non-aktif Muara Enim dengan Menahan Tangis Minta Rekening yang Diblokir agar Dibuka

Regional
Residivis di Balikpapan Siram Anak Kandung Pakai Air Panas Bekas Rebus Singkong

Residivis di Balikpapan Siram Anak Kandung Pakai Air Panas Bekas Rebus Singkong

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2021

Regional
Perdana, 2 Ton Tanaman Stevia dari Sulut Diekspor ke Korea Selatan

Perdana, 2 Ton Tanaman Stevia dari Sulut Diekspor ke Korea Selatan

Regional
Jualan Sepi Pembeli, Tukang Sayur di Pasar Keputran Surabaya 'Nyambi' Edarkan Sabu

Jualan Sepi Pembeli, Tukang Sayur di Pasar Keputran Surabaya "Nyambi" Edarkan Sabu

Regional
Polisi Panggil 3 Orang Lagi dalam Kasus Wabup VS Bupati Bojonegoro

Polisi Panggil 3 Orang Lagi dalam Kasus Wabup VS Bupati Bojonegoro

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 September 2021

Regional
Protes Pembayaran Lahan, Warga Tutup Akses Pengerjaan Jalan Bypass ke Sirkuit Mandalika

Protes Pembayaran Lahan, Warga Tutup Akses Pengerjaan Jalan Bypass ke Sirkuit Mandalika

Regional
Dalam Sidang, Alex Noerdin Beberkan Kronologi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Dalam Sidang, Alex Noerdin Beberkan Kronologi Pembangunan Masjid Sriwijaya

Regional
Kawah Lumpur Kesongo Meletus, Warga Dengar Suara Seperti Air Mendidih

Kawah Lumpur Kesongo Meletus, Warga Dengar Suara Seperti Air Mendidih

Regional
Perampokan Toko Emas di Bandung Libatkan 3 Orang, Ini Peran Setiap Pelaku Saat Beraksi

Perampokan Toko Emas di Bandung Libatkan 3 Orang, Ini Peran Setiap Pelaku Saat Beraksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.