Dilarang Beroperasi Saat Mudik, Organda: Apa yang Bisa Diberikan Pemerintah untuk Kami?

Kompas.com - 29/04/2021, 13:53 WIB
Angkutan umum melintas di Jalan Ahmad Yani perbatasan Surabaya-Sidoarjo ,Kamis (29/4/2021) KOMPAS.COM/GHINAN SALMANAngkutan umum melintas di Jalan Ahmad Yani perbatasan Surabaya-Sidoarjo ,Kamis (29/4/2021)

SURABAYA, KOMPAS.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surabaya menginginkan kejelasan terkait larangan transportasi darat beroperasi pada masa mudik Lebaran.

Ketua Organda Surabaya Sunhaji mengatakan, larangan transportasi angkutan darat beroperasi selama mudik Lebaran dinilai cukup berdampak bagi para sopir.

Ia menilai, kebijakan pemerintah melarang transportasi darat beroperasi sangat merugikan komunitas transportasi.

"Saya bingung dengan aturan itu, pertama tentang mudik, kedua sekarang itu mobil pelat kuning dilarang beroperasi. Maunya pemerintah ini apa?" kata Sunhaji saat dihubungi, Kamis (29/4/2021).

Menurut dia, kepentingan masyarakat menggunakan angkutan umum bukan hanya untuk mudik Lebaran.

"Karena kepentingannya bukan untuk mudik, silaturahmi misalnya, jenguk pasien, bekerja dan sebagainya. Itu kan tidak termasuk mudik, tapi kok tidak diperbolehkan," ujar Sunhaji.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Resmi Menikahi Gadis Asal Jombang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama pandemi, ia mengaku banyak kesulitan yang dihadapi komunitas transportasi angkutan darat, terutama para sopir.

Para sopir yang melayani jasa transportasi jurusan Surabaya-Gresik dan Surabaya-Sidoarjo tidak leluasa mencari nafkah karena pembatasan diberlakukan.

Ia meminta Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jatim untuk memberikan solusi bagi para komunitas transportasi angkutan darat.

"Tahun ini kami ini sangat kesulitan. Pertama, kalau tahun lalu banyak bantuan jadi kita masih bisa beroperasi, masih bisa berjalan," kata dia.

"Sekarang ini bantuan tidak ada, malah tidak boleh beroperasi tanggal 6-17 Mei. Lalu apa yang bisa diberikan pemerintah ke kami?" imbuh Sunhaji.

Ia pun berencana menemui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perhubungan Surabaya untuk mempertanyakan larangan transportasi angkutan darat beroperasi selama Lebaran.

 

Menurut dia, saat ini berhembus isu yang menyebut bahwa Terminal Purabaya atau Bungurasih akan ditutup pada 6-17 Mei 2021.

"Yang jelas itu, informasinya nanti tanggal 6 itu Bungurasih ini ditutup. Nah, kalau sampai ditutup itu bagaimana. Rencana saya hari Jumat ini menghadap wali kota, saya tanya gimana prosedurnya, seperti apa peyekatannya," ungkap Sunhaji.

Para sopir dan komunitas transportasi angkutan darat resah dengan adanya kebijakan tersebut.

"Tapi yang jelas aturan ini sangat meresahkan masyarakat, khususnya sopir. Karena kami ini sudah sulit hidup ini. Ditambah lagi ada begitu lagi. Terus kapan COVID-19 ini selesai," ucap dia.

Baca juga: Jamin Pendidikan Anak Awak KRI Nanggala-402, Presiden: Ibu-ibu Juga Akan Dibangunkan Rumah

Menurut Sunhaji, yang paling terdampak dengan kebijakan pembatasan transportasi angkutan umum adalah jurusan Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto.

"Tetapi yang memang beroperasi di Surabaya pun karena di luar kota itu tidak bisa masuk Surabaya, akhirnya nggak ada penumpang juga. Kan itu akhirnya sepi nggak ada yang dimuat," kata dia.

Meski demikian, kata Sunhaji, para sopir telah sepakat untuk tetap beroperasi selama Lebaran meskipun pemerintah telah melarang.

"Saya tanya ke sopir sopir itu, dia tetap mau jalan. Karena kalau enggak jalan, mau makan apa. bingung juga," kata Sunhaji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek yang Bersepeda 15 KM demi Vaksin Dapat Hadiah Motor: Satu dari Pak Gubernur, Satunya Ivan Gunawan

Kakek yang Bersepeda 15 KM demi Vaksin Dapat Hadiah Motor: Satu dari Pak Gubernur, Satunya Ivan Gunawan

Regional
6 Bulan Kerja di Arab, TKW Cianjur Diduga Dianiaya Majikan, Suami: Ingin Istri Kembali Pulang

6 Bulan Kerja di Arab, TKW Cianjur Diduga Dianiaya Majikan, Suami: Ingin Istri Kembali Pulang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 31 Juli 2021

Regional
150 Nakes Terinfeksi Covid-19, RSD Idaman Banjarbaru Kalsel Tutup Pelayanan ICU

150 Nakes Terinfeksi Covid-19, RSD Idaman Banjarbaru Kalsel Tutup Pelayanan ICU

Regional
Tiga Desa di Lembata Dilanda Hujan Pasir dari Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Tiga Desa di Lembata Dilanda Hujan Pasir dari Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Regional
Mobil Rescue Berpelat Merah Tabrak Pesepeda, Sopir yang Sempat Kabur Ditangkap Polisi

Mobil Rescue Berpelat Merah Tabrak Pesepeda, Sopir yang Sempat Kabur Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Juli 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Juli 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 31 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 31 Juli 2021

Regional
Disebut Ada Pemotongan Bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi Data Ganda Penerima

Disebut Ada Pemotongan Bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi Data Ganda Penerima

Regional
'Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis'

"Vaksin Sampai, Besok Juga Sudah Habis"

Regional
Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Ratusan Orang Disebut Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Kapolres Mataram: Kami Antar Pulang

Regional
26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

26.761 Nakes di Kalbar Bakal Divaksin Dosis Ketiga Pakai Moderna

Regional
Cerita Ayu, Pegawai PLN yang Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik, Bawa Surat Tugas dan Dimaki oleh Pelaku

Cerita Ayu, Pegawai PLN yang Diludahi Pelanggan Saat Menagih Tunggakan Listrik, Bawa Surat Tugas dan Dimaki oleh Pelaku

Regional
Lima Hari Menginap di Hotel, Pria Ini Ditemukan Tewas, Hasil Swab Negatif, Ditemukan Obat Penurun Panas

Lima Hari Menginap di Hotel, Pria Ini Ditemukan Tewas, Hasil Swab Negatif, Ditemukan Obat Penurun Panas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X