Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eksodus Warga India, Kepala BNPB: Jangan Sampai Mudik Tidak Boleh, tapi WNA Difasilitasi

Kompas.com - 23/04/2021, 09:53 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 mendapat informasi soal adanya eksodus warga India ke Indonesia.

Kedatangan warga negara asing secara besar-besaran itu diduga karena India sedang mengalami gelombang Covid-19 yang cukup besar.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Sub Direktorat Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Bengat dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Gedung Daerah Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Warga India Beramai-ramai ke Indonesia Saat Negaranya Dihantam Covid-19

Untuk mengecek informasi tersebut, Doni meminta Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito untuk memastikan kedatangan warga India di Indonesia.

"Pak Wiku tolong hubungi Dirjen Imigrasi dan Kemenlu, apa betul (adanya WNA India) ini," kata Doni.

Doni meminta agar kejadian eksodus warga India ini benar-benar mendapat perhatian serius.

Apalagi, saat ini pemerintah sedang melarang warga mudik Lebaran, demi menekan angka penyebaran virus corona.

Baca juga: Curhat Istri Penganiaya Perawat: Hanya Dikasih Tisu Toilet untuk Tekan Darah Anak Saat Infus Dicabut

Doni khawatir kedatangan WNA tersebut akan bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk melarang mudik.

"Jangan sampai nanti kita membiarkan kedatangan WNA. Kecuali kalau dia punya Kitas. Di luar itu tidak boleh. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi," kata Doni.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nelayan Asal Lebak Banten Hilang di Samudera Hindia, Terdampar ke Tasikmalaya

Nelayan Asal Lebak Banten Hilang di Samudera Hindia, Terdampar ke Tasikmalaya

Regional
Badut Jalanan Bacok Rekan Seprofesi, Berawal Korban Dituduh Ambil Uang Setoran Sewa Pakaian Rp 80.000

Badut Jalanan Bacok Rekan Seprofesi, Berawal Korban Dituduh Ambil Uang Setoran Sewa Pakaian Rp 80.000

Regional
Perlawanan Hukum Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Diduga Terlibat Perampokan Santoso

Perlawanan Hukum Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Diduga Terlibat Perampokan Santoso

Regional
2 Waria Pengeroyok Seorang Pria hingga Pingsan di Kendari Diburu Polisi, Sudah Kabur ke Luar Sultra

2 Waria Pengeroyok Seorang Pria hingga Pingsan di Kendari Diburu Polisi, Sudah Kabur ke Luar Sultra

Regional
Cerita Polisi Diteriaki Maling Saat Tangkap Eks Kepala Dusun Tersangka Perampokan di Lombok Barat

Cerita Polisi Diteriaki Maling Saat Tangkap Eks Kepala Dusun Tersangka Perampokan di Lombok Barat

Regional
Geger Kabar Penculikan Anak di Banyumas, Ada Pesan Teks hingga Suara

Geger Kabar Penculikan Anak di Banyumas, Ada Pesan Teks hingga Suara

Regional
Mantan Kepala Dusun di Lombok Tengah Ditangkap atas Kasus Perampokan

Mantan Kepala Dusun di Lombok Tengah Ditangkap atas Kasus Perampokan

Regional
Kantor BCA Pontianak Terbakar, Api Diduga dari Ruangan 'Account Officer'

Kantor BCA Pontianak Terbakar, Api Diduga dari Ruangan "Account Officer"

Regional
Uji Coba Sukses, Kini Beli Solar Subsidi di Payakumbuh dan 50 Kota Pakai Kode QR

Uji Coba Sukses, Kini Beli Solar Subsidi di Payakumbuh dan 50 Kota Pakai Kode QR

Regional
Polisi Sebut Samanhudi Curhat soal Dendamnya terhadap Walkot Blitar ke Komplotan Perampok

Polisi Sebut Samanhudi Curhat soal Dendamnya terhadap Walkot Blitar ke Komplotan Perampok

Regional
Digandeng Megawati Lagi, Gibran Bantah Ada Simbol Khusus: Beliau Itu Sudah Seperti Ibu, Eyang Saya Sendiri

Digandeng Megawati Lagi, Gibran Bantah Ada Simbol Khusus: Beliau Itu Sudah Seperti Ibu, Eyang Saya Sendiri

Regional
Pesan Bupati Blora Antisipasi Kebakaran Rumah yang Kerap Terjadi di Wilayahnya

Pesan Bupati Blora Antisipasi Kebakaran Rumah yang Kerap Terjadi di Wilayahnya

Regional
Personel Polri dan TNI yang Hanyut di Sungai Digul Bawa 3 Senjata Api

Personel Polri dan TNI yang Hanyut di Sungai Digul Bawa 3 Senjata Api

Regional
Cerita Pedagang Saat Pelantikan Wali Kota Semarang: Makanan yang Disajikan Ludes dalam 15 Menit

Cerita Pedagang Saat Pelantikan Wali Kota Semarang: Makanan yang Disajikan Ludes dalam 15 Menit

Regional
Malam-malam, Rumah Ganjar Digeruduk Suporter Persib Bandung

Malam-malam, Rumah Ganjar Digeruduk Suporter Persib Bandung

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.