Begini 2 Modus Pedagang Babi Berkedok Daging Sapi Menipu Konsumennya

Kompas.com - 21/04/2021, 12:55 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Timur mengungkap kasus perdagangan daging babi berkedok daging sapi di wilayahnya.

Tiga orang pelaku ditangkap pada Senin (19/4/2021) malam.

Ketiga pelaku masing-masing yakni BJ (55) dan AA (21) yang merupakan bapak dan anak, warga Way Kanan.

Kemudian TNP (59) warga Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur.

Baca juga: Terungkap Pedagang Celeng Berkedok Daging Sapi di Lampung

“Ketiga tersangka terindikasi jaringan penjual daging babi di Lampung Timur dengan cara mengakui daging sapi dan dijual di bawah harga pasar,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Faria Arista kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

Dari kasus ini, kepolisian mengungkap sejumlah modus para pedagang daging babi itu untuk menarik minat dan menipu konsumennya.

Faria mengatakan, ada dua modus yang digunakan oleh para pelaku tersebut.

Pertama, menawarkan daging itu dengan harga jauh di bawah harga pasaran.

Jika harga daging sapi di pasar sekitar Rp 120.000 per kilogram, maka para pelaku menjual dagangan mereka di bawah Rp 100.000 per kilogram.

Baca juga: Kronologi Asisten Manajer Bank Gunakan Uang Nasabah Rp 1 Miliar untuk Judi

Modus kedua diketahui dari pemeriksaan terhadap para pelaku, yakni mengirimkan video palsu kepada calon konsumen.

“Konsumen ditunjukkan video pemotongan sapi agar lebih meyakinkan. Dari pemeriksaan, itu hanya modus, video itu di-download lalu dikirimkan ke calon konsumen,” kata Faria.

Terkait kasus ini, Faria mengimbau agar masyarakat waspada, serta tidak mudah tergiur tawaran dan tidak terpengaruh dengan harga daging murah.

Terlebih lagi pada Ramadhan dan menjelang Lebaran, diperkirakan ada peningkatan kebutuhan daging, sehingga berdampak pada harga.

“Kita harus waspada, hati-hati dengan adanya tawaran daging harga murah,” kata Faria.

Kasus penjualan daging babi berkedok daging sapi itu terungkap setelah anggota Satreskrim Polres Lampung Timur mendapatkan laporan dari warga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Regional
Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Regional
Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Regional
Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Regional
Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Regional
Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Regional
Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Regional
Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Regional
Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Regional
Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Regional
Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Regional
Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Regional
Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.