Cara Menanam Porang agar Hasilnya Berkualitas dan Untung Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 15/04/2021, 18:44 WIB
Kelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang magang dari Jepang, Agustinus Adil. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURKelompok Tani Matahari Paroki Mbata, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Maret 2021 sedang menanam Porang di tempat terasering sesuai rekomendasi dari seorang petani yang pulang magang dari Jepang, Agustinus Adil.

BORONG, KOMPAS.com - Saat ini tanaman porang sangat diminati para petani.

Selain perawatannya yang mudah, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Bahkan, keuntungan yang didapatkan bisa mencapai puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Baca juga: Cara Agustinus Menanam Porang, Pernah Belajar ke Jepang, hingga Dapat Rp 50 Juta dari Panen

Salah satu petani yang mampu melihat peluang dari tanaman porang adalah Agustinus Adil.

Baca juga: Sejak Menanam Porang, Puluhan Warga Desa yang Dulu Melarat Kini Sejahtera, Bisa Beli Mobil dan Rumah

Petani asal Kampung Lendo, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, ini mampu meraup untung hingga RP 50 juta dari menanam porang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menanam Porang Tanpa Modal, tapi Bisa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah, Ini Rahasianya

 

Agustinus pernah magang selama sembilan bulan di perusahaan Jepang untuk mengetahui cara menanam dan mengolah porang.

Kini Agustinus juga mengajarkan kepada para petani di desanya cara menanam porang yang berkualitas.

Berikut ini tips dan cara menanam porang dari Agustinus:

Sebelum menanam porang, harus dipersiapkan dulu lahannya.

Jika alang-alang dan rumput tumbuh di lahan tersebut, jangan disemprot dengan obat-obatan kimiawi.  Rumput dan alang-alang itu dibersihkan dengan sabit dan parang.

Selanjutnya, rumput dan alang-alang yang sudah dibersihkan itu dibiarkan tergeletak di tanah.

Setelah itu tanah yang akan ditanami porang digali. Jika semua itu sudah dilakukan, dilanjutkan dengan pembuatan terasering berbentuk horizontal.

Terasering bertujuan agar tanah tidak terbawa erosi saat musim hujan.

Manfaat terasering selain menahan erosi saat musim hujan tiba, juga memudahkan petani untuk membersihkan tumbuhan liar yang tumbuh di sela-sela tanaman porang.

Intinya tanah harus dalam kondisi gembur.

 

Jika ada batu kerikil, batu sedang, serta akar harus dibuang atau dipisahkan. 

Kemudian siapkan bibit biji katak. Saat masuk ke penanaman, atur jarak tanam antar porang hingga 60 sentimeter.

Jarak tanam bertujuan untuk mendapatkan umbi yang besar dan berat yang baik.

 

"Saya belajar (mulai) tahun 2010. Saat ini saya tanam umbi dan biji katak dengan cara menggali lubang kecil, tanpa digembur tanahnya. Hasilnya tidak banyak dan umbinya kecil serta tidak berat," ujar Agustinus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/4/2021). 

"Kemudian saya memakai cara lain dengan membuat terasering di lahan kemiringan di lereng bukit. Hasilnya memuaskan serta batang pohon porang sebagai tempat buah biji katak melimpah," ujar Agustinus menambahkan.

Pemupukan

Agustinus menjelaskan, biarkan saja jika bibit sudah tumbuh. Ketika masuk pemupukan, siram dengan pupuk organik dari daun-daun kering.

Menanam porang harus di lahan terbuka. Tidak ada rimbunan pohon karena akar pohon sangat mengganggu perkembangan umbi.

Memang porang tetap tumbuh, tetapi umbi tidak akan membesar karena terimpit oleh akar-akar kayu.

 

Misalnya ada pohon kemiri dan di bawahnya ada tanaman porang. Porang tetap tumbuh, tapi umbinya kecil.

Untuk itu alangkah baiknya pohon kemiri yang sudah tua ditebang. Sedangkan pohon kemiri yang sudah lapuk dimanfaatkan menjadi pupuk alami.

Tanah yang subur dan sehat tanpa zat-zat kimia akibat pemupukan kimiawi akan memberikan hasil bagi perkembangan umbi-umbinya.

"Ada waktunya saat musim kemarau tiba, batang pohon porang akan mengering dan mati, tapi umbi yang masih didalam tanah tidak mati. Saat musim hujan tiba maka umbinya akan bertumbuh lagi," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Lebih Dekat Pulau Sangalaki, Surga bagi Penyu

Melihat Lebih Dekat Pulau Sangalaki, Surga bagi Penyu

Regional
Kuota Terbatas, Warga Kecewa Gagal Ikut Vaksinasi Massal di Polresta Banyumas

Kuota Terbatas, Warga Kecewa Gagal Ikut Vaksinasi Massal di Polresta Banyumas

Regional
Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Regional
Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Regional
Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Regional
Dana Covid-19 Rp 107 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Bupati Jember Bingung Cari Jawaban

Dana Covid-19 Rp 107 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Bupati Jember Bingung Cari Jawaban

Regional
Pendaftar PPDB Jabar Tahap I Tidak Merata, 40.000 Kuota Tak Terisi

Pendaftar PPDB Jabar Tahap I Tidak Merata, 40.000 Kuota Tak Terisi

Regional
Banten Darurat Covid-19, BOR Rumah Singgah 94 Persen, Ruang Isolasi 87 Persen, ICU 82 Persen

Banten Darurat Covid-19, BOR Rumah Singgah 94 Persen, Ruang Isolasi 87 Persen, ICU 82 Persen

Regional
8 RS di Yogyakarta yang Layani Vaksinasi Covid-19 Gratis, Simak Syaratnya

8 RS di Yogyakarta yang Layani Vaksinasi Covid-19 Gratis, Simak Syaratnya

Regional
Fakta Terbaru Warung Hadi yang Dirusak Preman, Berdiri di Lahan Orang dan Korban Menolak Lapaknya Dibongkar

Fakta Terbaru Warung Hadi yang Dirusak Preman, Berdiri di Lahan Orang dan Korban Menolak Lapaknya Dibongkar

Regional
RSUD Cibinong Bogor Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Bangun Tenda Darurat Depan IGD

RSUD Cibinong Bogor Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Bangun Tenda Darurat Depan IGD

Regional
253 Anak di Kota Malang Positif Covid-19, dari Mana Penularannya?

253 Anak di Kota Malang Positif Covid-19, dari Mana Penularannya?

Regional
Rencana Sekolah Tatap Muka di Madiun Tetap Jalan meski Muncul Klaster Hajatan dan Keluarga

Rencana Sekolah Tatap Muka di Madiun Tetap Jalan meski Muncul Klaster Hajatan dan Keluarga

Regional
Calon Pengantin Pria Positif Covid-19, Sempat Kabur hingga Diamankan Polisi, Akhirnya Menikah Virtual

Calon Pengantin Pria Positif Covid-19, Sempat Kabur hingga Diamankan Polisi, Akhirnya Menikah Virtual

Regional
PPDB SMA di Banten Kacau, Ombudsman Terima Banyak Aduan

PPDB SMA di Banten Kacau, Ombudsman Terima Banyak Aduan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X