Kompas.com - 29/03/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi Pembunuhan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Pembunuhan

MUSI RAWAS, KOMPAS.com - YA (21), seorang petani di Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, menghabisi nyawa DI (34) lantaran diduga telah memperkosa istrinya.

Kasus ini berlangsung saat YA dan DI bertemu di Desa Petrans Jaya, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, pada Minggu (28/3/2021) kemarin.

Semula, korban DI datang ke lokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Tanpa diduga, DI mendadak hendak menabrak pelaku YA yang ada di sana.

YA pun berhasil mengelak saat hendak ditabrak oleh DI. Mengetahui korban adalah pelaku pemerkosaan istrinya, YA lalu mengejar korban sehingga terjadi perkelahian.

"Korban saat itu langsung mengeluarkan pisau hendak menusuk pelaku, namun pisau tersebut berhasil diambil oleh YA dan menusukkanya kepada korban," kata Kapolsek Muara Kelingi AKP Hendrawan melalui pesan singkat, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Dinikahkan Terduga Teroris yang Tewas Januari Lalu

Setelah menerima tusukan, DI pun terkapar dengan kondisi bersimbah darah. Warga sekitar langsung mencoba menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, akibat yang dialami begitu serius, DI pun tak mampu bertahan hingga dinyatakan tewas.

"Pelaku mengalami luka tusuk di dada. Beberapa jam setelah kejadian pelaku YA kami tangkap tanpa perlawanan," ujar Kapolsek.

Baca juga: Suami Istri Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Dinikahkan Terduga Teroris yang Tewas Januari Lalu

Dari hasil pemeriksaan, motif perkelahian itu dilatarbelakangi ulah korban yang diduga telah memperkosa istri YA pada Januari kemarin. Namun, korban tak pernah meminta maaf kepada pelaku.

"Korban ini pernah memperkosa istri pelaku. Korban tidak ada itikad baik untuk meminta maaf dan masih sering mengganggu istrinya (pelaku)," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

4 Daerah di Jambi Tanpa Kasus Aktif Covid-19

Regional
Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Kapolres Duga Pelaku Percobaan Pembakaran Omah PSS Sleman 4 Orang, Satu Siramkan Bensin

Regional
DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

DPRD Padang Panjang Anggarkan Rp 800 Juta untuk Tablet Anggota Dewan

Regional
Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan dan Angin Kencang Landa Nusa Penida Bali, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Regional
Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Gambar Bendera Merah Putih di Baliho HUT Kopri Terbalik, Sekda Mimika: Kami Mohon Maaf

Regional
Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Ratusan Siswa Terpapar Covid-19, AIS Pekanbaru Tutup 14 Hari

Regional
Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Ini Detik-detik Kantor PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Sumur Bor di Tuban Keluarkan Lumpur dan Gas Mudah Terbakar, Kades Sebut Bukan Kejadian Pertama

Regional
Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Pemkab Karawang Akan Evaluasi Ormas yang Terlibat Kerusuhan

Regional
Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Sedang Gali Kuburan, Arok Tiba-tiba Dibacok, Pelaku Dikeroyok Massa hingga Tewas

Regional
Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Pemkot Bima Salurkan 13 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir Bandang di 14 Kelurahan

Regional
Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Pembatalan Operasional KA Limex Sriwijaya Kembali Diperpanjang

Regional
Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Petani di Kupang Ditemukan Tewas Telungkup di Tengah Sawah, Diduga Tersambar Petir

Regional
Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Kisah Hardyan, Teknisi yang Beralih Jadi Pengusaha Ayam Petelur di NTT, Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Regional
Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Berkaca dari Kasus Bocah Autis Tewas Dianiaya Orangtua, Ketahui Ciri-ciri Anak Autis dan Cara Mengasuhnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.