108 Ton Jahe Impor Masuk Indonesia Dimusnahkan, Badan Karantina: Bawa Hama, Rugikan Petani dan Negara

Kompas.com - 24/03/2021, 13:55 WIB
Pembukaan segel pada kontainer yang memuat jahe impor tak memenuhi syarat karantina lantaran bertanah. Jahe sebanyak 108 ton dari Mnyanmar dan Vietnam ini dimusnahkan di PT Triguna Pratama Abadi, Karawang, Senin (22/3/2021). KOMPAS.COM/FARIDAPembukaan segel pada kontainer yang memuat jahe impor tak memenuhi syarat karantina lantaran bertanah. Jahe sebanyak 108 ton dari Mnyanmar dan Vietnam ini dimusnahkan di PT Triguna Pratama Abadi, Karawang, Senin (22/3/2021).

KARAWANG, KOMPAS.com - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI memusnahkan 108 ton jahe yang diimpor dari Myanmar dan Vietnam.

Jahe tersebut tak memenuhi syarat karantina lantaran masih terdapat tanah.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI Ali Jamil Pemusnahan komoditas jahe impor tersebut dilakukan karena tidak memenuhi persyaratan karantina. Yaitu terdapatnya kontaminan tanah pada media pembawa komoditas pertanian tersebut.

"Sekutar 54 ton dari Myanmar dan 54 ton dari Vietnam hari ini terpaksa kita musnahkan," kata Jamil di sela pemusnahan jahe impor di PT Triguna Pratama Abadi, Karawang, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Dedi Mulyadi Prihatin Jahe Saja Harus Impor

Pemusnahan tersebut sudah melalui kajian dan analisa risiko. Tujuannya untuk melindungi sumber daya pertanian dalam negeri.

Jamil mencontohkan, jika salah satu hama yang terbawa oleh tanah seperti jenis nematoda (Xiphinema) yang terbawa oleh tanah dan termasuk golongan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A1, yang belum ada di Indonesia, menyerang areal pertanaman jahe nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dengan kemampuan produksi jahe nasional yang ada, kerugian pada tingkat produksi ditaksir mencapai Rp 3,4 triliun.

"Ini belum termasuk biaya upaya eliminasi, yang bisa memakan waktu entah berapa tahun, dan biaya ekonomi lainnya yang harus ditanggung, inilah hitung-hitungan yang harus kita jaga," ungkap Jamil.

Baca juga: Sumsel Surplus Beras 2,07 Juta Ton, Harga Gabah Petani Pun Anjlok, Kenapa Harus Impor Beras?

Karena itu, Jamil berharap para pengimpor tidak memasukkan media yang dilarang. Misalnya tanah pada jahe.

Tujuannya untuk mencegah bakteri dan penyakit pertanian dan OPTK masuk ke Indonesia.

Jamil pun meminta badan karantin anegara asal tak asal meloloskan produk sebelum diekspor ke Indonesia.

Sebab, secara administrasi sudah terpenuhi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik ditemukan tanah pada hampir semua karung dalam kontainer.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Distrik Kiwirok Sunyi karena Gangguan KKB, Warga Mulai Mengungsi

Distrik Kiwirok Sunyi karena Gangguan KKB, Warga Mulai Mengungsi

Regional
Di Waroeng Sak-sak’e, Pembeli Bisa Bayar dengan Baju Bekas dan Barang Rongsokan

Di Waroeng Sak-sak’e, Pembeli Bisa Bayar dengan Baju Bekas dan Barang Rongsokan

Regional
Viral, Video Harimau Berbadan Kurus Makan Rumput di Kebun Binatang Medan, Ini Penjelasannya

Viral, Video Harimau Berbadan Kurus Makan Rumput di Kebun Binatang Medan, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Viral, Video Karapan Sapi di Bangkalan Dihadiri Ribuan Penonton, Ini Kata Satgas Covid-19

Regional
Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Ahli Epidemiologi Perkirakan Gelombang Ketiga Covid-19 Terjadi di Desember

Regional
Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor 'Weekend' Ini

Yang Perlu Diketahui Warga Jakarta soal Ganjil Genap Puncak Bogor "Weekend" Ini

Regional
Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Bali Bersiap Sambut Wisatawan Mancanegara, Sandiaga Siapkan Paket Wisata

Regional
Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Tanjung Gudang Akan Jadi Pelabuhan Ekspor di Bangka Belitung

Regional
30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

30 Orang Terjaring Razia Baju Ketat dan Celana Pendek

Regional
Soal Raperda Perlindungan Guru Non PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Soal Raperda Perlindungan Guru Non PNS, Begini Tanggapan PGRI Magetan

Regional
Rumah Terkunci 3 Hari Didobrak Warga, Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Dapur

Rumah Terkunci 3 Hari Didobrak Warga, Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Dapur

Regional
Pekanbaru Targetkan 'Herd Immunity' Tercapai Desember 2021

Pekanbaru Targetkan "Herd Immunity" Tercapai Desember 2021

Regional
Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-12 Kalinya

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-12 Kalinya

Regional
Di Balik Kasus Ibu Jambak Anak di Gresik, Sang Ayah Ternyata Pergi dari Rumah Tanpa Kejelasan

Di Balik Kasus Ibu Jambak Anak di Gresik, Sang Ayah Ternyata Pergi dari Rumah Tanpa Kejelasan

Regional
Puluhan Guru dan Karyawan Positif Covid-19, 8 Sekolah di Blora Batal Gelar PTM

Puluhan Guru dan Karyawan Positif Covid-19, 8 Sekolah di Blora Batal Gelar PTM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.