Demo BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Pelat Merah

Kompas.com - 14/06/2013, 17:38 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Gorontalo Menolak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak berunjuk rasa di depan kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk memprotes rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Jumat (14/6/2013).

Dalam demonstrasi itu, mereka melakukan sweeping mobil-mobil berpelat merah dan sempat menyandera empat mobil yang tengah melintas di depan gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian berusaha membebaskan keempat mobil milik Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohowato itu. Namun, para demonstran menghalau upaya polisi.

Kepala Bagian Operasi Polres Gorontalo Kota AKP Ahmad Yusuf Affandy kemudian bernegosiasi dengan massa. Mereka akhirnya setuju membebaskan keempat mobil itu dengan syarat polisi menjauh dari lokasi unjuk rasa itu.


Setelah polisi menyetujui syarat itu, para pengunjuk rasa membebaskan keempat mobil yang disandera selama hampir dua jam itu. Tidak ada satu pun mobil yang dirusak massa.

Massa kemudian melanjutkan aksi dengan berorasi dan membakar ban, sementara polisi berjaga di lokasi yang berjarak sekitar 50 meter dari mereka.

Dalam orasinya, massa mengecam Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang pada Kamis (13/6/2013) menyatakan ikut mendukung kenaikan harga BBM. "Rusli Habibie menjadi gubernur karena dipilih rakyat Gorontalo, tapi kenyataannya dia tak lebih dari kaki tangan SBY-Boediono," ujar Rahmad salah seorang demonstran dalam orasinya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X