Soal Anak dari Istri Simpanan, Rektor IPDN Siap Tes DNA

Kompas.com - 14/06/2013, 10:53 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi hingga saat ini mengaku masih tidak mengerti soal tudingan yang dilontarkan oleh Susi Susilowati, wanita yang mengaku istri simpanannya, kepada media massa beberapa waktu lalu. Padahal, tudingan dan akar permasalahan yang dibeberkan oleh Susi sudah sangat jelas dan gamblang.

"Saya tidak pernah tahu dan saya tidak pernah mengerti, itu saja intinya," kata I Nyoman saat ditemui langsung di kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (14/6/2013).

Ketika ditanya apakah dia siap menjalani tes DNA jika diminta oleh tim khusus yang telah diterjunkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai dengan perintah Mendagri Gamawan Fauzi, Sumaryadi pun menyanggupinya. "Ya, tidak apa-apa. Tidak ada masalah," tegas Sumaryadi.

Rektor yang pernah tersandung masalah terkait kematian salah seorang praja IPDN beberapa tahun lalu itu juga mengaku bukan tidak mau menanggapi. "Tapi saya tidak mengerti. Kalau sudah mengerti akan saya tanggapi," kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, wanita yang mengaku istri simpanan Sumaryadi menampakkan diri ke hadapan wartawan, Selasa (11/6/2013) lalu. Susi datang beserta bayinya yang diklaim sebagai anak kandung Sumaryadi bernama I Putu Dimas Sumaryadi.

Susi adalah orang yang dengan sengaja mengunggah video berjudul "IPDN Dimas Sumaryadi Anak yang Tidak Diakui oleh Rektor IPDN Bandung" beberapa waktu lalu.

Susi mengatakan, keberaniannya mengungkapkan hubungan dengan sang Rektor akibat upaya baiknya selalu tidak mendapat respons positif. "Saya memberanikan diri hanya untuk membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Terserah masyarakat menilai saya seperti apa," ujar Susi berderai air mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Singkat cerita, sembilan bulan ke belakang, Dimas tidak mendapatkan nafkah dari Sumaryadi. Rektor IPDN itu, lanjut Susi, menghilang dan sulit untuk dihubungi. Hanya satu keinginannya, yaitu pengakuan dari Sumaryadi terhadap I Putu Dimas Sumaryadi sebagai anak kandungnya.

"Saya pernah ke rumahnya di Jatinangor menunggu dari jam lima subuh. Setelah bertemu, dia tetap lari dan tidak mau bertanggung jawab kepada Dimas. Dia mengatakan, saya tidak kenal kamu. Di sanalah saya merasa pedih karena dia telah menghina dan tidak mengakui anak saya," ucapnya lirih. "Sampai kapan pun akan tetap memperjuangkan hak anak saya, apa pun risikonya. Yang penting adalah nasib Dimas ke depan," sambungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.