Warga Lebanon Bunuh Bayinya Saat Istri Mandi

Kompas.com - 12/06/2013, 22:43 WIB
|
EditorFarid Assifa

PRAYA, KOMPAS.com — Kepolisian Polres Lombok Tengah mengamankan Bader Ahmad Algesan (28), warga negara Lebanon, yang dilaporkan telah membunuh bayinya yang berumur sehari di sebuah hotel di Kota Praya, Lombok Tengah, tempat dia menginap bersama istrinya, Yunita (24). Ironisnya pembunuhan ini terjadi hanya berselang dua hari setelah pernikahan Bader dan Yunita.

Berdasarkan laporan yang diterima aparat kepolisian dari Yunita selaku pelapor, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa sore (11/6/2013) di salah satu kamar Aerotel Mandalika.

"Menurut keterangan korban, saat di kamar mandi, dia mendengar anak yang tengah digendong bapaknya menangis. Belakangan setelah keluar dari kamar mandi dan hendak menyusui anaknya ternyata anak itu sudah tidak bergerak," kata Iptu Didi Haryanto, Kaur Reskrim Polres Lombok Tengah.

Didi melanjutkan, mengetahui anaknya tidak bernyawa, Yunita kemudian berteriak dan menanyakan kepada suaminya, kenapa anaknya meninggal, tetapi mulut Yunita malah disumpal pelaku.

"Saat ditanyakan kenapa anaknya tidak bergerak-gerak, sama suaminya mulutnya dibungkam. 'Saya hanya sayang kepada kamu saja,' kata suaminya. Ini keterangan dari korban," jelas Didi.

Aparat kepolisain Polres Lombok Tengah kemudian bergerak ke TKP dan mengamankan pelaku serta sejumlah barang bukti. Sementara jenazah bayi yang telah diberi nama Ahmad kini masih berada di RS Bhayangkara Polda NTB untuk diotopsi.

Bader Ahmad Algesan dilaporkan datang ke Lombok pada Jumat malam (7/6/2013) menyusul Yunita yang sudah pulang dalam keadaan hamil dari Jeddah tempat dia bekerja empat bulan lalu. Meski mengaku sudah menikah di Jeddah- Arab Saudi, pada Sabtu malam (8/6/2013), Bader dan Yunita dinikahkan di rumah orangtuanya di Kelurahan Renteng, Praya.

"Mereka memang sudah menikah di sana, tapi biar keluarga dan masyarakat di sini tahu, malam minggu kemarin mereka dinikahkan di sini," kata Suryani, keluarga dari Yunita.

Suryani menambahkan, pihak keluarga sama sekali tak menyangka peristiwa tragis itu akan terjadi. Keluarga kaget ketika mengetahui kejadian itu dan mendapat laporan Bader yang ditangkap saat hendak melarikan diri dari hotel setelah membunuh anaknya.

"Kami sama sekali tidak menaruh curiga, orangnya baik, tidak pernah bertengkar dengan istrinya selama dia di sini," kata Suryani.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Regional
Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Regional
Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Regional
Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Regional
Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

Regional
Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

Regional
Baru Beoperasi, RSUP dr J Leimana Ambon Sudah Tangani 10 Pasien Corona

Baru Beoperasi, RSUP dr J Leimana Ambon Sudah Tangani 10 Pasien Corona

Regional
Sulit Tampilkan Wisata Budaya Saat New Normal, Bali Ingin Genjot Wisata Alam

Sulit Tampilkan Wisata Budaya Saat New Normal, Bali Ingin Genjot Wisata Alam

Regional
Sempat Tolak Makamkan Jenazah Ayah dengan Prosedur Corona, 1 Keluarga Positif Covid-19

Sempat Tolak Makamkan Jenazah Ayah dengan Prosedur Corona, 1 Keluarga Positif Covid-19

Regional
Wali Kota Pontianak: Penerapan New Normal Gagal Jika Masyarakat Tak Disiplin

Wali Kota Pontianak: Penerapan New Normal Gagal Jika Masyarakat Tak Disiplin

Regional
Tak Punya SIKM, 9 Orang Dilarang Naik Kereta Api Purwokerto Tujuan Jakarta

Tak Punya SIKM, 9 Orang Dilarang Naik Kereta Api Purwokerto Tujuan Jakarta

Regional
Dari Klaster Bernama Pasar Raya Padang, 148 Orang Positif Covid-19..

Dari Klaster Bernama Pasar Raya Padang, 148 Orang Positif Covid-19..

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X