Pemilik Motor Terlacak

Kompas.com - 08/06/2013, 03:24 WIB
Editor

Poso, Kompas - Setelah mengidentifikasi pelaku dan kendaraan yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin lalu, kini polisi sudah mengidentifikasi pemilik kendaraan bermotor roda dua yang digunakan dalam aksi tersebut.

Pemilik kendaraan yang diketahui adalah warga Poso saat ini masih dimintai keterangan untuk memastikan motor yang digunakan curian atau bukan.

Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Susnadi, di Poso, Jumat (7/6), mengatakan, pemilik motor masih dimintai keterangan. Dia adalah warga Poso. Bisa saja dia pemilik motor tetapi tidak terlibat, misalnya motor dicuri. Kelompok-kelompok teroris ini menghalalkan mencuri untuk kegiatan mereka. Kami masih mencari tahu apakah motor ini dicuri dari pemiliknya atau pernah berpindah tangan.

”Kalau dicuri, tentu saja ada laporan kehilangan. Kalau berpindah tangan, ada laporan soal balik nama,” kata Susnadi.

Sejauh ini, kata Kapolres, belum ada data kepolisian yang menunjukkan laporan atas kehilangan motor tersebut. Masih ditelusuri juga apakah motor Yamaha Jupiter ini pernah berpindah kepemilikan atau belum.

Sementara itu, untuk mengungkap identitas pelaku, polisi terus menghubungi pihak yang mengaku keluarga. Sejauh ini sudah lima pihak yang menghubungi Kepolisian dan mengaku mengenal pelaku dan kerabat pelaku.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat, mengatakan, identitas pelaku bom bunuh diri Poso belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian memerlukan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas pelaku.

Pemeriksaan DNA harus dilakukan dengan mencocokkan sampel DNA dari pelaku dengan sampel DNA dari anggota keluarga.

Bom Lumajang

Sementara itu, keluarga tersangka ledakan bom Lumajang, Jawa Timur, berharap kasus yang membelit FI (23) segera tuntas. Mereka tidak yakin FI tersangkut dalam jaringan teroris Poso.

”Selama ini, saya serahi tanggung jawab mengurus bisnis tiket perjalanan semuanya berjalan baik,” ujar Arifin (39), paman sekaligus pemilik PT Arifin Sidayu.

PT Arifin Sidayu merupakan usaha jual beli tiket perjalanan di Senduro, Kabupaten Lumajang, yang pada awal Juni lalu terkena ledakan bom rakitan milik FI.(REN/DIA/FER)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.