Kompas.com - 31/05/2013, 15:20 WIB
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Ikatan Keluarga Maluku Jawa Tengah meminta kasus penganiayaan yang menewaskan warga Saparua, Maluku, Rido Hehanusa (33), diusut tuntas dan transparan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Ikatan Keluarga Maluku Jawa Tengah Denny Tulaseket saat ditemui di RSUP Dr Kariadi Semarang, Jumat (31/5/2013).

Denny mengatakan pelaku penganiayaan harus dibawa ke pengadilan dan mendapatkan hukuman yang setimpal. "Kami minta Bapak Pangdam usut tuntas dan transparan siapa saja yang terlibat," kata Denny.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (30/5/2013) dini hari dan dibawa oknum TNI dari sebuah tempat hiburan E Plaza. Sebelumnya terjadi keributan di Liquid Cafe dan korban lalu pindah ke E Plaza. Sejak itu keberadaannya tidak diketahui.

"Semalam korban dibawa ke RSUP Kariadi dengan diantar mobil ambulans Kesdam/IV. Nah, ini kita bertanya datangnya dari mana dan di mana korban setelah dibawa oknum itu dari E Plaza," lanjut Denny.

Ia menegaskan bahwa Rido bukan preman. Sebab itu ia mengaku tidak mau terima jika nantinya ada alasan jika korban dinyatakan preman.  "Korban memiliki pekerjaan yang jelas, di sebuah perusahaan tekstil," tambahnya.

Denny mengatakan korban dikenal baik dan sopan. Mereka juga sering berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan. Korban juga dikenal dekat dengan rekan-rekannya.

Jenazah Rido saat ini disemayamkan di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang. Sejumlah rekan dan kerabat terlihat datang untuk mendoakan. Direncanakan jenazah akan dibawa ke Ambon pada Sabtu (1/6/2013).

Seperti diketahui Rido bersama sejumlah rekannya terlibat keributan dengan beberapa oknum TNI di Liquid Cafe. Keributan kemudian berlanjut ke E Plaza yang berada di kawasan Simpanglima.

Rido kemudian dibawa oleh sejumlah oknum TNI pada Kamis (30/5/2013) dini hari. Dan pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, jenazah korban tiba di kamar mayat RSUP Dr Kariadi Semarang.

Belum diketahui secara pasti kronologi peristiwa hingga membuat Rido tewas. Sementara itu sejumlah teman Rido yang terlibat keributan juga sudah melapor Denpom IV/5 Diponegoro Semarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.