Kompas.com - 30/05/2013, 16:58 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus tewasnya anggota DPRD Nduga, Papua Eka Tabuni berbuntut pada pertikaian dua kelompok warga di Wamena. Bentrok antara kelompok Elekma bawah dan Elekma atas itu mengakibatkan dua warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

"Dari peristiwa tersebut ada kelanjutannya kemarin sore sekira pukul 16.30 terjadi bentrokan antara dua kelompok masyarakat di kawasan Wamena," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2013).

Peristiwa bentrok berlanjut hingga Kamis pagi pukul 7.45 hingga sekitar pukul 09.45. Dari kelompok Elekma atas satu orang tewas dan 22 orang luka-luka. Kemudian dari kelompok Elekma bawah seorang tewas dan enam orang luka-luka.

Dua korban tewas diduga tertusuk panahan. Kepolisian berharap warga tidak main hakim sendiri. "Upaya Polri lakukan penyekatan dan penjagaan serta himbauan untuk tidak lanjutkan perang," kata Agus.

Sebelumnya, Eka Tabuni (40), anggota DPRD Nduga, Papua tewas dibacok di Jalan Raya Hawai Sentani, Papua, Rabu (29/5/2013). Korban tewas dengan luka bacok di kepala dan lehernya nyaris putus. Eka juga diserang dengan parang dan terluka pada kaki bagian kiri dan lutut. Kemudian, tiga orang pelaku pembacokan ditangkap yaitu Letia Gwijangge (36), Ijanus Wandikbo (19), dan Nanggaluk Ara (25).

Motif pelaku diketahui sebagai upaya balas dendam kepada Eka Tabuni. Eka Tabuni disebut sebagai salah satu pelaku pembunuhan Yustinus, Kabag Umum Kabupaten Nduga yang tewas pada 23 Maret 2012. Tiga pelaku itu pun merupakan keluarga dan kerabat dekat Yustinus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X