Kompas.com - 14/05/2013, 19:28 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

PEKANBARU, KOMPAS.com - Operasi penertiban tambang liar di hulu Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan -Singingi (Kuansing), Riau (sekitar 200 km dari Pekanbaru) yang dipimpin langsung oleh Bupati Kuansing, Sukarmis, Selasa (14/5/2013), cukup sukses.

Sebanyak 57 perahu bermesin kompresor beserta peralatan tambangnya, berhasil dihancurkan dan dibakar, namun warga membalas dengan merusak 17 kendaraan anggota tim, termasuk mobil bupati.

"Mobil bupati jenis Land Cruiser rusak parah. Seluruh kaca, depan, samping dan belakang hancur. Sebuah mobil Innova juga rusak, termasuk mobil yang kami sewa," ujar Partomi Oktora, Koresponden Kompas TV wilayah Riau yang dihubungi di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing hari Selasa sore.

Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Kuansing, Ajun Komisaris John Sihite mengungkapkan, kejadian perusakan 17 mobil itu berlangsung sekitar pukul 13.00 siang, saat tim melakukan penertiban tambang liar di hulu sungai.

Polisi sebenarnya sudah berjaga-jaga di lokasi parkir, namun jumlah massa yang berjumlah ratusan orang tidak dapat dicegah.

"Kami sudah mengenali pelakunya dan siap menindak mereka sesuai aturan," kata Sihite.

Menurut Partomi yang akrab dipanggil Tomi, penertiban melibatkan unsur TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja Kuansing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa pejabat Kuansing ikut turun seperti kepala Kejaksaan Negeri Maryono, Wakapolres Kuansing Komisaris Khaldun, Ketua DPRD Kuansing Muslim, beberapa kepala dinas dan puluhan wartawan.

Setidaknya ada 150 orang yang tergabung dalam tugas itu.

Tim berangkat ke lokasi sejak hari Senin sore kemarin, dengan memakai sejumlah perahu mesin tempel yang disebut pompong.

Mereka bermalam di beberapa tenda besar yang sudah dibangun anggota TNI sebelumnya, di pinggir sungai.

"Pagi tadi, operasi mulai dilakukan. Tidak ada perlawanan dari penambang, karena perahu yang dipakai untuk menambang sudah ditinggal pemiliknya. Waktu operasi, banyak perahu yang disembunyikan di anak sungai, bahkan ada yang disembunyikan di bukit-bukit di atas sungai. Seluruh perahu itu kemudian dibakar oleh tim operasi. Jumlahnya mencapai 57 unit," tambah Rully Saulah, Kontributor TV One Riau yang juga ikut operasi.

Perahu penambang, kata Rully, terbilang cukup mahal. Satu perahu dengan mesin kompresor dan peralatan lainnya dibuat dengan harga mencapai Rp 60 juta.

Untuk membuat perahu itu, biasanya warga patungan empat sampai delapan orang. Jadi, kalau ada 57 perahu tambang, jumlah pemilik dapat mencapai 300 orang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.