Kompas.com - 13/05/2013, 16:23 WIB
|
EditorFarid Assifa

BONE, KOMPAS.com — Seorang bocah perempuan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terpaksa putus sekolah demi menafkahi keluarga serta membiayai pendidikan adiknya di sekolah dasar (SD).

Ayu (12) berjualan jagung keliling sebagai pengganti pencari nafkah kedua orangtuanya, Umar (70) dan Seri (50), yang sakit. Umar sudah lama mengalami kebutaan, sedangkan Seri sering sakit-sakitan karena usia.

"Bapakku sudah lama buta dan mama sudah sakit-sakitan karena sudah tua. Jadi, saya harus bekerja untuk bisa beli beras dan ikan," kata Ayu kepada Kompas.com.

Sejak pagi hingga malam hari, gadis belia asal Jalan Anoa, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Taneteriattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini harus berjalan kaki mengelilingi Kota Watampone. Bahkan, dia terkadang pergi ke pelabuhan Bajoe sejauh 5 kilometer untuk menjajakan jagung rebus demi menghidupi keluarga.

Setiap hari, Ayu mampu menjual jagung rebus sebanyak 30 hingga 50 buah yang dijual seharga Rp 500 per buah. Hasil dari penjualan ini disisipkan untuk keperluan makan dan biaya sekolah adiknya. Sisanya dijadikan modal untuk membeli jagung mentah dari petani.

Sebenarnya, Ayu merasa iri terhadap teman sebayanya yang gembira karena bisa sekolah serta bermain di waktu senggang. Namun, rasa irinya dikubur dalam-dalam demi menafkahi keluarga dan menyekolahkan adiknya.

"Saya sendiri yang berhenti sekolah karena harus cari uang dan tidak ada yang paksa saya cari uang. Saya sendiri yang mau. Biar saya tidak sekolah, tapi adikku harus tetap sekolah," ucap Ayu. Dia bercita-cita membiayai pendidikan adiknya hingga ke perguruan tinggi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X