Dieng Jadi Waspada, Pengunjung Guntur Diperketat

Kompas.com - 10/05/2013, 03:05 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akhirnya menurunkan status Gunung Dieng di Jawa Tengah dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II), Rabu (8/5) sore. Berbeda dengan Dieng, Gunung Ijen di Jawa Timur dan Papandayan di Jawa Barat masih menunjukkan aktivitas membahayakan sehingga statusnya masih tetap Siaga.

Penurunan status Dieng berkonsekuensi pada pengurangan luasan zona bahaya. Namun, masyarakat diimbau tetap berhati-hati mengingat reputasi Dieng yang mematikan. Petani belum direkomendasikan beraktivitas di areal lembah yang berhulu di Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas beracun.

”Masyarakat jangan menggali tanah di sekitar Kawah Timbang dengan kedalaman lebih dari 0,5 meter karena dari tempat itu berpotensi keluar atau terancam gas CO, CO2, dan H2S,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Kamis lalu.

Petani yang beraktivitas di sawah juga diminta segera bergegas meninggalkan lokasi apabila mencium bau menyengat.

Jika masyarakat di Dieng bisa sedikit tenang dengan penurunan status Kawah Timbang, masyarakat di Gunung Papandayan dan Ijen diminta tetap berhati- hati.

Dari pantauan PVMBG di Papandayan, Minggu lalu pukul 00.00-06.00, tercatat 7 kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa tektonik lokal, dan 3 kali gempa vulkanik dalam. ”Warga sekitar Papandayan diimbau tidak berada dalam zona 2 kilometer dari puncak,” kata Surono.

Di Ijen, meski terjadi penurunan energi gempa tremor, status Ijen tetap Siaga. Warga dilarang beraktivitas pada zona 1,5 kilometer dari kawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi Guntur

Di Garut, Jawa Barat, PVMBG menurunkan status Gunung Guntur dari Waspada menjadi Aktif Normal sejak Selasa (7/5). Namun, wisatawan dan pengunjung dilarang menginap di sekitar kawah karena rentan terpapar gas beracun mematikan.

”Berbahaya bila terlalu lama berada di sekitar kawah gunung api aktif, apa pun statusnya. Selain bisa menghirup gas beracun, suhu panas di sekitar kawah juga dapat menyebabkan kulit terluka,” kata Surono.

Kepala BPBD Garut Zat Zat Munajat siap berkoordinasi dengan PVMBG. ”Sangat berbahaya bila larangan itu tak digubris,” katanya. (AIK/GRE/CHE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.