Kompas.com - 07/05/2013, 17:57 WIB
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com — Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyatakan tidak pernah terlibat kasus dugaan pencucian uang serta kasus suap impor sapi terhadap tersangka Ahmad Fathanah, orang kepercayaan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

"Tidak ada kaitannya saya dengan kasus itu, tetapi saya terikut karena uang yang dikirim itu untuk proses pemenangan saya sebagai calon gubernur Sulsel waktu itu," kata Ilham di Makassar, Selasa (7/5/2013).

Ilham mengatakan dia dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi atas aliran dana yang dimasukkan dalam memenangkan pasangan cagub dan cawagub Sulsel, Ilham-Aziz (IA), melalui kas DPW PKS Sulsel yang dikirim melalui Bank Jabar Banten (BJB).

"Saya dipanggil, ditanya apakah Anda sebagai kandidat gubernur dalam kampanye kemarin ada uang untuk pemenangan, saya katakan iya. Kalau saya tidak mengatakan iya, berarti uang itu saya pakai untuk kampanye," tutur mantan cagub Sulsel ini.

Ilham menjelaskan, dana untuk pemenangan itu disampaikan melalui Ahmad Fathanah, yang akrab disapa Ollong ini, kemudian diserahkan melalui pihak DPW PKS Sulsel yang bersumber dari BJB.

"Ibaratnya begini, ada uang untuk pemenangan, lalu disampaikan melalui Ollong. Fungsinya dipakai DPW untuk pemenangan saya. Tetapi ternyata uang yang dimasukkan di DPW itu bersumber dari BJB, mekanismenya itu melalui Ahmad Fathanah meskipun terstruktur. Penyerahan dana pada April 2012 dan tidak ada transfer," urainya.

Ilham mengaku mengenal Fathanah, meskipun tidak akrab, dan bahkan mengenal sejumlah petinggi PKS seperti mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Sekjen PKS Anis Matta yang kini menjadi Presiden PKS, saat kegiatan Rakornis di Makassar.

"Bukan uang saya masuk ke PKS. Jadi uang saya itu tidak masuk dalam rekening Ollong, tetapi uang yang dia kirim ke PKS bersumber dari salah satu bank Jawa Barat (BJB). Di situlah kasusnya ada pembagian uang. Jadi saya ini hanya terikut dari ulah akibat uang pemenangan itu," ulasnya.

Namun, dia enggan menyebut berapa besar aliran dana yang masuk saat kampanye Pilgub 22 Januari 2013 itu karena beralasan bahwa itu merupakan tugas dari penyidik KPK guna menuntaskan kasus dugaan korupsi tersebut.

"Saya kenal hanya petinggi PKS saat itu untuk mendapatkan rekomendasi dan Ahmad Fathanah yang memfasilitasi. Itu atas pengetahuan Presiden PKS dan Sekjen, termasuk koordinator wilayah, Najamuddin dan Akmal Pasluddin. Ollong ini adalah fasilitator untuk memberikan rekomendasi kepada saya," bebernya.

Ilham mengaku dicecar 14 pertanyaan oleh KPK dan dijawab dengan sebenarnya. Terkait dengan Pilgub Sulsel, dia juga menjawab bahkan tidak lagi ingin mengulas proses Pilkada di Sulsel itu.

"Saya sudah menutup lembaran pilkada saya dan memusnahkan memori pilkada itu. DPW waktu itu berpikir itu uang saya, padahal bukan, tetapi tidak ada yang tahu. Yang saya tahu DPW itu perwakilan Ahmad Fathanah. Ahmad yang mengirim uang yang dikira dari saya," ungkapnya.

Berita-berita terkait bisa diikuti dalam topik: Skandal Suap Impor Daging Sapi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.