Kompas.com - 07/05/2013, 14:15 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MANOKWARI, KOMPAS.com — Puluhan warga pemilik hak ulayat melakukan pemalangan terhadap perusahan pengalengan ikan, PT Pahala Yuantong Fishery Industries, di Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Papua Barat, Selasa (7/5/2013).

Pemalangan ini merupakan buntut dari kekecewaan warga Suku Arfak terhadap perusahaan yang belum memberikan jawaban pasti soal kapan mereka akan dipekerjakan, sebagai kompensasi tanah adat yang digunakan oleh perusahaan. Bukan sebentar, warga telah menunggu kepastian itu sejak 11 tahun terakhir.

Dalam aksinya, dengan menggunakan ranting kayu, bambu, serta drum bekas, warga memblokade jalan masuk ke areal pabrik pengalengan ikan. Mereka juga menutup area masuk gerbang utama perusahaan tersebut.

Pemilik hak ulayat, Dikson Indouw, mengatakan, awal berdirinya perusahaan yang dulunya bernama PT Galaxi, tahun 2001 lalu, pernah menjanjikan pemuda pemudi masyarakat pemilik hak ulayat untuk bekerja di perusahaan ini. Namun, selama perusahaan PT Galaxi beroperasi, bangkrut, kemudian diambil alih oleh PT Pahala Yuantong Fishery Industries, janji tersebut tidak pernah direalisasikan.

Masyarakat pun meminta ganti rugi atas berdirinya sejumlah bangunan milik perusahaan di lokasi tanah adat seluas lebih kurang empat hektar itu. "Kami masyarakat adat meminta ganti rugi kepada perusahaan sebesar Rp 5 miliar, dan kalau mereka tidak menyanggupi bayar, perusahaan segera meninggalkan lahan kami," tutur Dikson.

Menurut Dikson, masyarakat pemilik hak ulayat selama ini cukup sabar menunggu kepastian dari perusahaan. Bahkan, masyarakat juga telah bertemu dengan pimpinan PT Pahala Yuantong Fishery Industries di Jakarta. Namun, belum ada jawaban pasti terkait persoalan ini.

Sementara itu, pimpinan perusahaan PT Pahala Yuantong Fishery Industries tidak berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini karena terkendala masalah bahasa. Pejabat tersebut hanya dapat berbicara dengan bahasa Mandarin. Hingga kini masyarakat pemilik hak ulayat masih tetap bertahan di luar area perusahaan sambil menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X