Bambang DH Siap Maju

Kompas.com - 07/05/2013, 04:18 WIB
Editor

SURABAYA, KOMPAS - Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono, Senin (6/5), secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur. Dia melepaskan jabatan itu karena ingin fokus maju sebagai calon gubernur Jatim dari PDI-P.

”Saya ingin secepatnya melepas jabatan wakil wali kota karena waktu (pemilihan) kurang dari empat bulan lagi. Jadi supaya fokus,” kata Bambang yang maju dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Jatim berpasangan dengan Said Abdullah. Pilkada Jatim digelar 29 Agustus.

Dalam pilkada ini, PDI-P dapat mengajukan pasangan calon sendiri dengan bekal 17 kursi DPRD Jatim. Berdasarkan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, syarat mendaftarkan diri sebagai pasangan calon harus didukung minimal 15 persen suara atau 15 kursi di DPRD.

Sebelum menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, Bambang pernah menjadi Wali Kota Surabaya selama dua periode. Adapun Said Abdullah adalah anggota DPR dari daerah pemilihan Madura.

Bambang mengaku harus bergerak cepat menghadapi pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf. Figur petahana lebih dahulu mendeklarasikan diri dengan dukungan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Golkar, Gerindra, Hanura, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Menurut Bambang, calon pengganti Wakil Wali Kota Surabaya akan ditentukan PDI-P selaku partai pengusung di Pilkada Kota Surabaya. Nama pengganti akan dibahas dalam rapat di Dewan Pimpinan Cabang Surabaya sebelum diajukan ke DPP. ”Namun, prosesnya tidak akan lama,” tutur Bambang.

Setelah Bambang menyerahkan surat pengunduran diri, Pelaksana Tugas Ketua DPRD Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana langsung menggelar rapat Badan Musyawarah guna mempercepat proses pengunduran diri itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Galang iuran

Pramono Anung, politisi senior PDI-P selaku Ketua Tim Pemenangan Pasangan Bambang DH-Said, menegaskan, kader PDI-P di parlemen diwajibkan memberikan iuran sebagai modal awal konsolidasi pemenangan. Setiap anggota Fraksi PDI-P DPR menyumbang Rp 50 juta, setiap anggota DPRD Jatim Rp 40 juta, ketua DPRD kabupaten/kota Rp 15 juta, pimpinan fraksi di DPRD kabupaten/kota Rp 12 juta, dan anggota DPRD kabupaten/kota Rp 10 juta.

”Saya sendiri menyumbang Rp 500 juta. Total sudah terkumpul sekitar Rp 4,2 miliar. Jumlah ini belum dari kader PDI-P yang menjabat kepala daerah serta dari simpatisan,” kata Pramono, seusai rapat pemenangan PDI-P di Pilkada Jatim, di kantor DPD PDI-P Jatim, Surabaya. Bambang DH-Said akan mendaftar ke KPU Jatim pada 18 Mei pukul 11.00.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa berencana mendaftar ke KPU Jatim pada 13 Mei. Kendati demikian, Khofifah belum menentukan pasangan.

Khofifah diusung delapan partai politik dengan dukungan 16,95 persen suara. Kedelapan parpol tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Kedaulatan, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, dan Partai Matahari Bangsa. (DEN/ILO/ETA/WER)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.