Kompas.com - 02/05/2013, 22:32 WIB
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Salah satu kepala desa di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur, berinisial TN tersangkut kasus hukum. Kades yang baru dilantik tanggal 24 April kemarin, diduga menggelapkan 15 mobil rental untuk biaya pemilihan kepala desa (Pilkades) di desanya.

Kasus ini terungkap setelah pemilik mobil, R Ali, warga Desa Betet, Kecamatan Pamekasan, melapor ke Polres Pamekasan akhir April lalu. Ali mengaku terpaksa melapor ke polisi karena 15 mobil yang pengelolaannya diserahkan kepada seseorang berinsial HD, keponakan TN, tidak diketahui keberadaannya. Tak hanya itu, HD juga tidak menyetor hasil sewanya kepada pemilik mobil selama 4 bulan. Padahal sebagian mobil yang dikelolakan merupakan hasil kredit.

Atas laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan kini sudah mengamankan 4 mobil. Yaitu jenis Honda Jazz, Mazda, APV serta Honda Brio. Dari empat mobil itu, satu di antaranya masih menggunakan surat jalan karena STNK-nya belum terbit.

Selain itu, polisi juga menetapkan HD sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Pamekasan. Sedangkan TN, saat ini masih menunggu izin bupati setempat untuk diperiksa sebagai saksi.

Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman membenarkan adanya laporan itu. Dia menyatakan masih terus melakukan berbagai upaya untuk mengungkap para pelaku, termasuk melacak keberadaan mobil-mobil rental tersebut.

"Setiap laporan pasti kami tindaklanjuti, sekarang sudah ada empat mobil yang kami amankan. Kami tidak melihat peruntukannya digunakan untuk apa, yang penting ada laporan serta pelaku dan korbannya," katanya, Kamis (2/04/2013).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, mobil yang diduga digelapkan oleh pelaku berjumlah di atas 20 unit. Sebab, selain mobil milik pengusaha asal Desa Bettet, juga terdapat mobil rental milik orang lain yang juga digelapkan.

Atas perbutannya, tersangka terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara karena melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.