Mereka Pun Terpaksa Mogok Kerja..

Kompas.com - 01/05/2013, 04:05 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TIMIKA, KOMPAS.com - Rumah petak yang terletak di Jalan Perintis, Timika yang biasanya sepi, tiba-tiba diramaikan ratusan buruh yang berkumpul sejak Selasa (30/4/2013) pagi. Rumah yang baru sepekan disewa, menjadi sekretariat bersama 3 Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SP-KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dari tiga perusahaan.

Ketiga kepengurusan organisasi buruh dari PT Jasti Pravita, PT Osato Seike, dan PT Srikandi Mitra Karya, menggelar mogok kerja sebulan, dari 30 April hingga 30 Mei 2013. Aksi ini akan melibatkan tak kurang dari 1.200 buruh di ketiga perusahaan yang merupakan kontraktor PT Freeport Indonesia.

Aksi mogok dipicu gagalnya perundingan bipartit antara buruh dengan perusahaan, untuk memberlakukan Upah Minimun Sektoral Kabupaten (UMSK) Mimika, sebesar Rp. 2.050.000 per bulan. "Sejak diumumkan mogok kerja pada pukul 24.00 WIT Senin (29/4/2013) malam, sudah sekitar 500-an buruh dari 3 perusahaan yang datang ke sekretariat," kata Kepala Bidang Organisasi PUK (SP-KEP) SPSI PT Jasti Pravita, Azis Usman.

Azis mengatakan, 600-an buruh yang lain saat ini masih bekerja di tambang Grasberg hingga Tembagapura, belum dapat bergabung ke sekretariat karena terkendala transportasi. Dia berharap upaya mobilisasi buruh PT Jasti, PT Osato, dan PT Srikandi (JOS) bisa berlangsung lancar dan tidak dihambat perusahaan.

"Siang (Selasa, red) ini, hanya 107 orang yang bisa turun dari Tembagapura, semoga besok mobilisasi bisa dilakukan lagi. Walaupun kami mendapat laporan dari anggota di lapangan adanya upaya untuk menghambat mobilisasi tapi mereka tetap solid untuk mendukung pemogokan," tutur Azis.

Upah rendah

Mogok kerja menjadi pilihan para buruh perusahaan kontraktor PT Freeport ini, kata Azis, sebagai bentuk kekecewaan atas rendahnya upah yang tak sebanding dengan beban kerja. "Sebelum mogok ini digelar, para anggota bahkan pernah melakukan mogok spontan setelah mendengar negosiasi pengurus SPSI dengan perusahaan gagal," urainya.

Pengalaman berbeda diceritakan John, salah seorang buruh PT Jasti Pravita yang tiba dari Tembagapura. Dia mengatakan justru rekan-rekan mereka yang bekerja langsung pada PT Freeport Indonesia ataupun dari perusahaan kontraktor lain, mendorong aksi mogok kerja pekerja tiga perusahaan ini. "Sudah kamu turun, tak usah kerja. Kamu punya hak untuk dapat gaji sesuai aturan pemerintah," urai John menirukan salah seorang rekannya dari Freeport.

Lain lagi kisah Aritonang, buruh PT Srikandi Mitra Karya. Saat diterima bekerja di Jakarta, dia mendapatkan janji upah Rp 6-8 juta per bulan. Namun saat tiba di Timika, dalam kontrak kerja yang harus ditandatanganinya hanya tertera upah Rp 1,3 juta per bulan. Itu pun dengan status buruh harian. Karena tak punya uang untuk membeli tiket pulang kembali ke Jakarta, Aritonang terpaksa menerima pekerjaan tersebut.

Irwanto Hassan Ketua PUK (SP-KEP) SPSI PT Jasti Pravita,  kepada Kompas.com mengakui bahwa kontrak kerja di 3 perusahaan kontraktor di bawah Contract Group Departmen General Service PT Freeport Indonesia berstatus buruh harian. "Ya kalau kami sakit atau cuti, terpaksa kami tidak memperoleh upah, karena status kami buruh harian," kata dia.

Selain meminta pemberlakuan UMSK Mimika yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua No. 192 Tahun 2012, kata Irwanto, mereka juga meminta pemberlakuan upah yang manusiawi. Lokasi kerja mereka di areal tambang emas PT Freeport Indonesia, ujar dia, terkenal sebagai medan yang berat.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Demo Buruh

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Surabaya Terima Ribuan Baju Hazmat dan Masker KN95 dari Kemenkes

    Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Surabaya Terima Ribuan Baju Hazmat dan Masker KN95 dari Kemenkes

    Regional
    127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

    127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

    Regional
    Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

    Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

    Regional
    Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

    Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

    Regional
    Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

    Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

    Regional
    Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan 'New Normal'

    Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan "New Normal"

    Regional
    Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

    Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

    Regional
    Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

    Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

    Regional
    Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

    Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

    Regional
    Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

    Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

    Regional
    Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

    Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

    Regional
    Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

    Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

    Regional
    Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

    Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

    Regional
    Sambut 'New Normal' di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

    Sambut "New Normal" di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X