Kompas.com - 30/04/2013, 16:09 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SURABAYA, KOMPAS.com — Penyaluran solar subsidi di stasiun pengisian bahan bakar untuk  umum (SPBU) telah berjalan normal seiring penambahan pasokan di atas penyaluran harian normal.

Assistant Manager External Relation-Pertamina Marketing Operation Region V Jatim, Bali Nusra, Eviyanti Rofraida di Surabaya, Selasa (30/4/2013), mengungkapkan, sejak Selasa (23/4/2013), Pertamina telah meningkatkan pasokan solar subsidi dengan menambah pasokan antara 3 persen dan 80 persen di atas penyaluran harian normal sesuai dengan kondisi masing-masing kabupaten/kota.

Hingga Selasa pagi, pantauan Tim Satgas Implementasi Kebijakan BBM PSO di Pertamina menunjukkan, penyaluran solar bersubsidi di SPBU di sejumlah daerah dilaporkan normal dan lancar.

"Sesuai komitmen Pertamina, peningkatan penyaluran solar subsidi telah berhasil mengurai antrean pembeli di SPBU sejak akhir pekan lalu dan hari ini dilaporkan situasi semakin kondusif karena stok solar subsidi di SPBU pada level sangat aman," katanya.

Besaran penambahan pasokan solar subsidi disesuaikan dengan permintaan dalam rangka normalisasi situasi di masing-masing daerah. Untuk menjaga situasi terus berjalan kondusif, Pertamina telah berupaya menambah jumlah mobil tangki BBM, terutama solar subsidi dengan mengerahkan seluruh armada yang ada, melakukan alih pasokan ke terminal BBM terdekat untuk mempercepat pelayanan, menambah jam pelayanan terminal BBM hingga 24 jam, serta membuka pelayanan pada hari Minggu.

Selain BBM, kata Eviyanti, stok dan penyaluran LPG di Jawa Timur juga dalam kondisi normal. Pertamina mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan panic buying terkait isu perubahan harga BBM.

Apalagi pemerintah secara resmi sudah menyatakan bahwa perubahan harga BBM akan menunggu hasil pembahasan APBN-Perubahan bersama DPR. Dia juga menegaskan antrean yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh masalah stok ataupun distribusi Pertamina.

"Antrean yang terjadi di SPBU sama sekali bukan karena stok yang menipis atau masalah distribusi Pertamina. Stok sangat aman, tetapi untuk mendistribusikannya kepada masyarakat Pertamina mengacu pada kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2013," ucapnya.

Sesuai penugasan pemerintah, kuota solar bersubsidi yang menjadi tanggung jawab Pertamina tahun ini lebih rendah 8,3 persen daripada realisasi penyaluran tahun 2012. Untuk Jawa Timur, kuota solar subsidi tahun 2013 sebesar 1.91 juta KL lebih rendah dari pada realisasi tahun 2012 lalu sebesar 2.08 juta KL.

Sebagai bentuk aksi korporasi, Pertamina juga telah menyediakan lebih banyak outlet dan stok untuk Solar non subsidi sehingga diharapkan masyarakat, dan terutama kendaraan yang telah diatur dalam Permen ESDM No.1/2013 dan Permen ESDM No.12/2012 dapat menggunakan solar nonsubsidi di outlet-outlet yang telah disediakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.