Ilegal Fishing, Puluhan Nelayan Filipina Ditangkap - Kompas.com

Ilegal Fishing, Puluhan Nelayan Filipina Ditangkap

Kompas.com - 24/04/2013, 08:18 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Pangkalan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bitung menangkap puluhan nelayan asal negara Filipina karena diduga melakukan kegiatan ilegal fishing di perairan Indonesia.

"Nelayan Filipina tersebut kami tangkap bersama dengan tiga buah kapal ikan jenis pamboat," kata Kepala PSDKP KKP Bitung, Pung Nugroho Saksano, Selasa (23/4/2013) kemarin.

Adapun ketiga kapal Pamboat yang ditangkap tersebut masing-masing FB Hans Joshua yang dinahkodai Wenceslao Rusiang bersama 11 anak buah kapal (ABK), FB Stifweel yang dinahkodai Hendry Lauron dengan 11 ABK dan FB Karen yang dinahkodai Jing-Jing.

"Sewaktu ditangkap ketiga kapal tersebut berada di Zone Eksklusif Ekonomi (ZEE) Indonesia dengan posisi yang saling berdekatan di Samudera Pasifik," tambah Staf Pengawasan dan Penahanan Pelanggaran PSDK KKP Bitung, Youdi Suawa.

Penangkapan kegiatan ilegal fishing tersebut dilakukan saat PSDKP KKP Bitung menggelar Operasi Pengawasan di Samudera Pasific. Turut diamankan barang bukti berupa ikan hasil tangkapan, 13 unit alat tangkap, alat navigasi, mesin katinting serta beberapa barang bukti lainnya.

Puluhan nelayan Filipina bersama ketiga kapal yang mereka gunakan kini diamanakan di Pelabuhan PSDKP KKP Bitung menunggu proses hukum selanjutnya. 


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Megapolitan
Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Regional
Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Internasional
Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Internasional
Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Nasional
Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Megapolitan
Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Internasional
Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Regional
Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Internasional
PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

Nasional
DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

Megapolitan
Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Megapolitan
Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Nasional
Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Megapolitan
Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Diantar ke Sekolah

Pria Ini Ikat Anak di Sepeda Motor untuk Diantar ke Sekolah

Internasional

Close Ads X